PKS Sesalkan Pemerintah RI Belum Bersikap Soal Penghinaan pada Nabi Muhammad di India inijabar.com
|
Menu Close Menu

PKS Sesalkan Pemerintah RI Belum Bersikap Soal Penghinaan pada Nabi Muhammad di India

Sabtu, 18 Juni 2022 | 08.47 WIB


Presiden PKS Ustd. Ahmad Syaikhu


Inijabar.com, Kota Bekasi - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Syaikhu, meminta agar Pemerintah bisa bersikap tegas atas penghinaan Nabi Muhammad SAW oleh politisi India.


"Dalam hal ini Pemerintah harus bersikap tegas menyikapi hal tersebut," tutur Syaikhu, Sabtu (18/6/2022).


Ia mengatakan, tindakan dua politikus India dari partai Bharatiya Janata (BJP) yang menghina Nabi Muhammad SAW, tidak dapat diterima dalam konteks apapun.


Lanjut Syaikhu, para pejabat politik di India harus sadar, hinaan ini sudah melukai seluruh umat islam di dunia, seluruhnya tanpa kecuali. Perkataan yang merendahkan junjungan umat Islam ini sama sekali tidak dapat diterima dan PKS menyesalkan belum ada tindakan tegas dari Pemerintah India dalam persoalan ini.


"Saya sebagai anggota Komisi I DPR RI juga akan meminta secara resmi Kementerian Luar Negeri RI agar bersikap dan mengirimkan nota protes terhadap tindakan dua politisi India yang telah melukai hati umat islam dunia," tegas Syaikhu.


Dirinya memandang, sikap ini perlu diketengahkan karena umat islam Indonesia juga termasuk yang terluka dengan penghinaan ini. 


"Perlu ada tindakan tegas agar hal serupa tidak lagi terulang dimasa depan dengan alasan kebebasan berbicara atau memang justru tindakan islamophobia yang disuburkan," tuturnya.


Lahirnya kerukunan dan perdamaian dunia yang dicita-citakan Indonesia syaratnya adalah saling menghormati dan tidak mengusik keyakinan umat beragama, apalagi yang menyangkut prinsip salah satunya tentang Nabi Muhammad SAW.


"Stop islamophobia. Sebab kebencian tanpa dasar terus memunculkan gejolak. Dan kami mendorong tindakan serta hukuman yang lebih tegas Pemerintah India terhadap dua politisi ini. Karena hal itu disampaikan oleh pejabat politik yang memiliki pengaruh sehingga berbahaya terhadap kondisi kerukunan antaragama,"tandasnya.(giri)

Bagikan:

Komentar