![]() |
| Rumah Marta (61) yang rubuh diterpa angin puting beliung. |
inijabar.com, Subang - Angin puting beliung yang terjadi pada Selasa (30/12/2025) sore di Dusun Cimacan Rt 27/07 Desa Balingbing Kecamatan Pagaden Barat.
Babinsa Balingbing Pagaden Koptu Gugum langsung turun ke lokasi bencana pada Selasa sore guna melakukan pengecekan bangunan rumah warga yang terdampak bencana puting beliung, yang memiliki panjang 10 meter dan lebar 8 meter.
"Beruntung pada saat kejadian tidak ada korban jiwa dan pemilik rumah yakni Marta (61) bersama seorang isteri dan dua orang anaknya yang masih Pelajar tetap bertahan untuk menghuni rumahnya itu," ujar Komandan Rayon Militer Pagaden Kapten (Arm.) Agus Suprijadi, Selasa (30/12/2025)
"Namun korban mengalami kerugian materiil berupa perabotan rumah dan satu unit sepeda motor," imbuh Danramil Pagaden.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Danramil Pagaden, ambruknya rumah Marta dipicu hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Selasa sore, sehingga menimbulkan terjadinya bencana angin puting beliung.
Diduga rumah milik Marta yang dihuni bersama keluarganya, kondisi rangka bangunannya sudah hampir lapuk termakan usia, sehingga saat angin puting beliung melanda rumah tersebut tidak mampu bertahan dan akhirnya rusak serta bagian belakangnya ambruk.
Pihaknya juga mengimbau kepada penyintas untuk waspada dengan cuaca ekstrem di musim hujan ini terutama untuk kondisi rumahnya yang sudah lapuk dan rusak khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan.
Rencananya unsur yang terlibat dalam perbaikan rumah korban yang terdampak angin puting beliung diantaranya Camat Pagaden Barat, Babinsa Koramil Pagaden, Bhabinkamtibmas Polsek Pagaden, Kepala Desa, Ketua RT/RW, anggota Dinas Sosial, dan warga masyarakat setempat.
"Untuk rencana perbaikan akan dilakukan pada besok hari Kamis 1 Januari 2026 karena hari ini sedang mengumpulkan bahan material terlebih dahulu," pungkas Kapt. (Arm) Agus Suprijadi.
Pihaknya mengimbau kewaspadaan warga setempat, mengingat hujan deras disertai angin kencang bisa berpotensi terjadi kembali dalam beberapa hari ke depan. (SriMS)




