Human Initiative Sentuh 637 Ribu Jiwa Sepanjang 2025 di Program Kemanusiaan

Redaktur author photo


Relawan Human Initiative saat menghibur anak korban bencana.

inijabar.com, Jakarta - Lembaga kemanusiaan global Human Initiative (HI), menjangkau 637.423 pemegang hak program atau penerima manfaat di 2.176 titik wilayah sepanjang 2025.

Program kemanusiaan tersebut dilaksanakan, baik di Indonesia maupun sejumlah negara melalui kolaborasi dengan komunitas, mitra lokal, dan berbagai pemangku kepentingan.

"Angka-angka ini bukan tentang Human Initiative semata, melainkan tentang banyak pihak yang berjalan bersama masyarakat, relawan, dan para mitra dalam menghadirkan respons yang relevan bagi mereka yang membutuhkan," ujar Presiden Human Initiative Tomy Hendrajati, Selasa (30/12/2025).

Program-program tersebut dilaksanakan melalui 33 inisiatif dengan dukungan 4.083 relawan. Kegiatan dijalankan melalui empat pilar utama, yaitu Initiative for Children, Initiative for Empowerment, Initiative for Disaster Risk Management, dan Initiative for Infrastructure.

"Keempat pilar menjadi kerangka kerja, untuk menjawab kebutuhan darurat sekaligus mendukung pemulihan dan penguatan kapasitas masyarakat," kata Tomy.

Sementara itu, di bidang perlindungan anak dan pendidikan, HI mendampingi anak-anak dan keluarga, dalam pemenuhan hak dasar serta akses layanan yang lebih layak.

Pada sektor pemberdayaan ekonomi, berbagai inisiatif dijalankan untuk membantu rumah tangga dan pelaku usaha kecil memperkuat penghidupan dan ketahanan ekonomi.

"Kalau untuk program infrastruktur dan pengurangan risiko bencana, diarahkan untuk mendukung kebutuhan dasar dan kesiapsiagaan komunitas," jelas Tomy.

Di antara penerima manfaat sepanjang tahun 2025, termasuk masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatra yang terjadi sejak akhir November 2025.

"Hingga Desember 2025, HI terlibat dalam respons darurat dan pemenuhan kebutuhan dasar di sejumlah wilayah terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat," ungkap Tomy.

Selain di dalam negeri, HI juga melanjutkan kerja sama lintas negara melalui kemitraan dengan organisasi lokal dan internasional, sebagai bagian dari upaya saling belajar serta memperkuat peran pelaku lokal dalam kerja kemanusiaan.

"Selama lebih dari dua dekade, kerja kemanusiaan lembaganya selalu bertumpu pada kolaborasi dan kepercayaan, untuk menggerakkan kebaikan yang hadir dengan cara menjaga martabat manusia," pungkasnya.

Menutup tahun 2025, HI memandang berbagai proses dan pembelajaran yang dijalani sebagai bagian dari kerja bersama, berdampingan dengan masyarakat dan mitra, menjaga agar upaya kemanusiaan tetap relevan, kolaboratif, dan berpijak pada kebutuhan nyata di lapangan. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini