Kuwu Terpilih Cikedung Lor Akan Penuhi Janji Soal Penataan Pasar Tradisional

Redaktur author photo
Kuwu terpilih Desa Cikedung Lor Aris Sugianto

inijabar.com, Indramayu- Kuwu terpilih Desa Cikedung Lor Kecamatan Cikedung Aris Sugianto, menegaskan soal penataan pasar tradisional di wilayah tersebut. Hal itu sesesuai janjinya saat kampanye Pilkuwu.

Masyarakat pun meminta Aris melakukan pembenahan agar pasar bisa kembali optimal, sehingga pedagang dapat beraktivitas dengan baik dan benar.

"Saya menekankan bahwa ini hanya kemungkinan jika saya sudah resmi duduk sebagai Kuwu. Saya sadar posisi saya masih sebagai prajurit TNI yang belum dilantik, sehingga saya hanya bilang 'mungkin'. Rencana tersebut tidak akan dilakukan sepihak atau sekonyong-konyong," ujar Aris. Saat di konfirmasi awak media Senin 12 Januari 2026.

Aris juga menyatakan, kawasan pasar tradisional yang dulu ramai kini banyak beralih fungsi menjadi bangunan rumah pribadi. Hal ini membuat para pedagang kesulitan berjualan karena tidak tertata rapi. 

Ia juga berjanji kepada masyarakat Cikedung Lor untuk menertibkan aset-aset desa yang selama ini tidak tertata dengan baik.

Maka itu, kata Aris, setelah dilantik akan mengumpulkan seluruh masyarakat, termasuk Badan Permusyawaratan Desa (BPD), untuk melakukan rembugan, rapat, dan bahkan bersurat jika diperlukan.

"Tujuannya adalah menertibkan aset desa yang selama ini vakum dan tidak bisa dimanfaatkan maksimal, sesuai keinginan warga,"bebernya.

Aris juga meminta maaf atas kegaduhan di media sosial dan dia menegaskan tidak ada niat untuk mengancam atau merugikan siapa pun. Permohonan maaf ini diharapkan dapat meredakan polemik dan membangun kepercayaan masyarakat.

Polemik tersebut berkaitan dengan isu perubahan atau pembongkaran kawasan pasar tradisional di desa setempat. Dalam klarifikasinya, Aris menjelaskan bahwa informasi yang beredar tidak sepenuhnya sesuai dengan maksud sebenarnya.

Ia menegaskan bahwa dirinya baru terpilih sebagai Kuwu pada Pemilihan Kuwu (Pilwu) serentak tanggal 10 Desember 2025, dan hingga kini masih aktif bertugas sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Koramil Terisi. 

Status ini membuatnya belum dilantik secara resmi sebagai kepala desa, sehingga segala pernyataan bersifat tentatif dan bukan keputusan final.

Aris mengajak warga menunggu proses pelantikan resmi sebelum membahas lebih lanjut rencana pembangunan desa. 

"Saya berkomitmen menjalankan visi misi sesuai amanah rakyat, dengan musyawarah dan tanpa merugikan siapa pun,"tandasnya.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini