![]() |
| dr. Handrik Kurniawan dari Heritage Medical Bekasi |
inijabar.com, Kota Bekasi - Musim penghujan tidak hanya meningkatkan risiko banjir dan penyakit pernapasan, tetapi juga memicu gangguan kesehatan kulit akibat infeksi jamur. Kondisi cuaca dingin dan lembap, menjadi pemicu utama munculnya keluhan di area lipatan tubuh seperti selangkangan dan kaki.
dr. Handrik Kurniawan mengingatkan, agar masyarakat Kota Bekasi agar lebih memperhatikan kebersihan tubuh selama musim penghujan. Menurutnya, kelembapan udara yang tinggi dapat memicu pertumbuhan jamur di area tertutup.
"Di musim hujan ini, banyak orang sering kebasahan di jalan. Udara dingin dan lembap membuat area seperti selangkangan menjadi mudah lembap, dan ini sangat disukai jamur," ujar dr. Handrik saat ditemui langsung, Senin (12/1/2026).
Ia menjelaskan, gejala awal yang kerap dirasakan biasanya berupa rasa lembap, gatal, hingga tidak nyaman. Kondisi serupa juga dapat terjadi pada kaki, terutama bagi mereka yang sering menggunakan sepatu basah akibat hujan.
dr. Handrik menegaskan, jika dibiarkan tanpa penanganan, infeksi jamur dapat berkembang menjadi lebih serius. Rasa gatal yang digaruk terus-menerus berpotensi menimbulkan luka yang justru menjadi media subur bagi jamur untuk menyebar lebih luas.
"Awalnya gatal, lalu digaruk, timbul luka. Luka itu bisa membuat jamur berkembang lebih cepat dan melebar. Apalagi kalau sudah ada infeksi lain, pertumbuhannya bisa melewati batas normal," katanya.
Sebagai langkah pencegahan, dr. Handrik menyarankan masyarakat untuk rutin mengeringkan area tubuh yang lembap, terutama setelah terkena air hujan atau berkeringat.
"Area lipatan harus sering dilap dan dikeringkan. Pakaian dalam sebaiknya dicuci manual dengan deterjen bubuk karena lebih efektif menghancurkan jamur yang menempel," jelasnya.
Menurut dr. Handrik, penggunaan salep anti jamur bisa menjadi penanganan awal. Namun, jika keluhan tidak kunjung membaik atau semakin parah, masyarakat disarankan segera berkonsultasi dengan tenaga medis.
"Kalau masih berlanjut, sebaiknya jangan ditunda untuk berobat. Konsultasi ke dokter kulit dan kelamin agar ditangani dengan tepat," tutur dr. Handrik.
Bagi warga Bekasi dan sekitarnya, dr. Handrik membuka layanan konsultasi di tempat praktiknya di Heritage Medical Bekasi, Jalan H. Juanda Nomor 89, Bekasi Jaya, Bekasi Timur.
"Kami bisa memberikan penanganan lanjutan, mulai dari salep, obat minum, hingga tindakan medis lain untuk mengendalikan pertumbuhan jamur," pungkasnya.
Infeksi jamur kulit atau yang dikenal dengan istilah medis dermatofitosis, memang kerap muncul saat musim hujan akibat kelembapan tinggi. Masyarakat diimbau untuk selalu menjaga kebersihan dan kekeringan area tubuh guna mencegah perkembangan jamur. (Pandu)




