![]() |
| Ilustrasi |
inijabar.com, Kota Bandung- Program Samber Ceu Pilah (Sampah Habis di Sumber, Cegah, Pilah, dan Olah) di Kelurahan Sarijadi, Kecamatan Sukasari, dinilai efektif menekan timbulan sampah dari hulu.
Program yang melibatkan warga RW 01 hingga RW 11 ini menempatkan rumah tangga sebagai titik utama pengelolaan sampah.
Kelebihan metode Samber Ceu Pilah terletak pada pendekatan perubahan perilaku. Dengan mewajibkan pemilahan sejak dari rumah dan memberi tanda stiker “Ceu Pilah” bagi warga yang patuh, program ini mendorong kedisiplinan dan kontrol sosial di tingkat lingkungan.
Skema tersebut juga memudahkan petugas kebersihan karena sampah yang diangkut sudah terpilah, sehingga mengurangi beban tempat pembuangan sementara (TPS) dan TPA.
Selain aspek ekologis, metode ini memberi nilai ekonomi melalui pengolahan sampah anorganik dan kompos dari sampah organik. Sejumlah RW memanfaatkan hasil pilahan untuk bank sampah atau kebutuhan lingkungan, sehingga berpotensi menambah pendapatan kolektif warga.
Namun, tantangan dan kekurangan program ini masih terlihat pada aspek keberlanjutan dan konsistensi. Keberhasilan Samber Ceu Pilah sangat bergantung pada partisipasi aktif warga dan intensitas sosialisasi. Tanpa pengawasan rutin, kepatuhan warga berpotensi menurun, terutama di wilayah dengan mobilitas penduduk tinggi atau rumah kontrakan.
Selain itu, tidak semua warga memiliki waktu, pengetahuan, atau fasilitas memadai untuk mengolah sampah secara mandiri. Pengolahan lanjutan di tingkat RW juga memerlukan dukungan sarana, pendampingan teknis, serta kepastian alur penyerapan sampah pilahan agar tidak kembali bercampur di hilir.
Secara keseluruhan, Samber Ceu Pilah menunjukkan bahwa pengelolaan sampah berbasis sumber dapat berjalan efektif jika didukung kesadaran warga dan peran aktif aparat kewilayahan. Meski demikian, program ini masih membutuhkan penguatan sistem, pendampingan berkelanjutan, serta integrasi dengan kebijakan pengelolaan sampah kota agar dampaknya lebih merata dan berjangka panjang.
Lurah Sarijadi, Evi Sjopiah Tusti, mengatakan, Samber Ceu Pilah berfokus pada perubahan perilaku warga melalui pemilahan dan pengolahan sampah sejak dari rumah. Sosialisasi dilakukan secara masif dan berkelanjutan agar masyarakat terbiasa memilah sampah sesuai jenisnya serta mengolahnya secara mandiri atau kolektif di lingkungan RW.
“Bagi rumah warga yang sudah melaksanakan pemilahan sampah, kami tempelkan stiker Ceu Pilah sebagai tanda bahwa sampahnya sudah selesai di sumber,” tandasnya.(novi)




