Saluran Air Disoal, Operasional MBG Bojong Menteng III Disorot Warga

Redaktur author photo


inijabar.com, Kota Bekasi- Operasional MBG Bojong Menteng III di Jalan Caringin RT 002 RW 006, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawa Lumbu, yang mulai berjalan pada Senin (12/1/2026) pukul 11.00 WIB, langsung menuai sorotan warga. Persoalan saluran pembuangan air menjadi titik utama perrhatian lingkungan sekitar.

Ketua RW 006, Ardiwidianto, S.H., menyebut keberadaan SPPG MBG di bawah naungan Yayasan SmartCo Bersama Indonesia berpotensi menimbulkan dampak lingkungan jika persoalan drainase tidak segera dibenahi. Ia menilai saluran pembuangan di sekitar lokasi belum tertangani secara optimal.

“Itu posisinya bersebelahan dengan PT, tepat di perbatasan. Seharusnya pihak PT yang mengarah ke Pabrik Osung memperbaiki dulu salurannya,” tegas Ardi.

Ardi juga menyoroti minimnya komunikasi antara pengelola MBG dengan lingkungan. Menurutnya, persoalan teknis seperti saluran air semestinya dibicarakan sejak awal agar tidak menimbulkan dampak lanjutan bagi warga.

“Kalau dari awal dibuka komunikasinya, persoalan seperti ini bisa dicegah,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, petugas keamanan SPPG MBG Bojong Menteng III, Inan, membantah adanya gangguan pada saluran pembuangan milik pihaknya.

“Saluran pembuangan kami tidak bermasalah,” tegas Inan, Selasa (13/1/2026).

Inan yang mengaku sebagai warga sekaligus ketua lingkungan di RT/RW 006/002 menjelaskan bahwa persoalan aliran air justru bersumber dari saluran milik Inkopol yang tertutup akibat perubahan fungsi.

“Saluran air Inkopol dijadikan akses kendaraan, sehingga alirannya tertutup,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak SPPG MBG berencana melakukan koordinasi dengan pengelola Inkopol guna mencari solusi atas persoalan tersebut.

“Sampai sekarang kami belum bertemu pihak Inkopol. Namun saluran kami masih berfungsi karena air tetap mengalir ke arah sebaliknya,” tambah Inan (43).

Perbedaan keterangan antara pengurus lingkungan dan pihak SPPG MBG terkait saluran pembuangan ini kini menjadi perhatian warga. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya komunikasi terbuka dan penanganan teknis yang jelas agar operasional MBG Bojong Menteng III tidak menimbulkan dampak lingkungan di kemudian hari.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini