![]() |
| Toko Sembako RSA |
inijabar.com, Depok – Suasana kerja Toko Rumah Serba Ada (RSA) yang berada di Jalan Pekapuran Raya, Cimanggis, Kota Depok mendadak mencekam belakangan ini. Bukan karena persaingan bisnis, namun toko tersebut tengah dilanda suasana ganjil berbagai rentetan teror dengan unsur mistis dan aksi kriminalitas.
Bayangkan membuka pintu toko saat pagi hari, pekerja toko itu mengaku bukan aroma segar yang didapat, melainkan bau busuk yang menyengat. Hal itu dialami Billa dan Intan, dua orang karyawan yang menjadi "saksi bisu" dengan kejadian aneh tersebut.
Mereka mengaku kerap menemukan bangkai tikus tanpa kepala yang tergeletak di depan pintu hingga area gudang. Bahkan, yang membuat bulu kudu berdiri bukan hanya sekadar bangkai, melainkan gundukan tanah yang menyertainya.
"Sering banget ada bangkai tikus tanpa kepala. Terakhir baru tiga hari yang lalu," ungkap Billa seorang pekerja Toko Rumah Serba Ada (RSA) kepada wartawan, Selasa (13/1/2026).
Tak hanya itu, menurut pengakuan Billa, tanah tersebut diklaim memiliki aroma khas yang sangat spesifik seperti bau tanah pemakaman. Pola yang tidak wajar tersebut memicu dugaan adanya intimidasi psikologis atau praktik klenik yang sengaja ditujukan untuk menjatuhkan mental para karyawan Toko Rumah Serba Ada (RSA).
Teror ternyata tidak berhenti pada hal-hal supranatural. Pihak manajemen RSA juga didera kerugian materiel yang janggal. Tya seorang pekerja operasional toko itu pun, menceritakan adanya insiden raibnya mobil operasional.
Dia menjelaskan, kejadian berawal dari seorang oknum yang mengaku pihak leasing mendatangi sopir toko pada malam hari dan menyita mobil jenis pickup tersebut. Anehnya, kata Tya, sopir toko menyerahkannya begitu saja tanpa ada perlawanan berarti.
"Padahal mobil itu kami beli cash (tunai). Tidak ada urusan dengan leasing. Karena itu kami langsung lapor ke polisi," ungkap Tya.
Rentetan kejadian janggal ini mulai dari teror bangkai binatang tanpa kepala hingga raibnya aset toko, menimbulkan keresahan mendalam bagi seluruh staf maupun pemilik. Pihak manajemen menduga ada skenario besar di balik rangkaian intimidasi yang terjadi secara beruntun ini.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami laporan tersebut. Karyawan RSA berharap aparat berwenang segera mengungkap siapa dalang di balik "kiriman teror" maut dan pencurian modus leasing ini, agar mereka bisa kembali bekerja dengan rasa aman dan nyaman tanpa harus dihantui keresahan tersebut. (Risky)




