![]() |
| Program Qurban Early Bid yang menjangkau distribusi ke tiap wilayah. |
inijabar.com, Kota Bekasi - Organisasi kemanusiaan Human Initiative, membuat program 'Qurban Early Bird', sebagai upaya memfasilitasi masyarakat dalam menunaikan ibadah qurban secara terencana, dengan tujuan untuk memperluas jangkauan distribusi pangan bergizi, ke wilayah-wilayah keterbatasan akses protein hewani.
Leader Squad Qurban Human Initiative, M. Rijalul Afif, menjelaskan, inisiatif tersebut merespons data Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) periode 2021-2023, yang menunjukkan rendahnya konsumsi daging per kapita di sejumlah kawasan berpendapatan rendah.
"Protein hewani belum menjadi bagian rutin konsumsi harian bagi masyarakat di wilayah terpencil dan rentan. Qurban menjadi instrumen, untuk memperluas akses pangan tersebut," ujar Afif saat ditemui di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Dalam program Early Bird tersebut, menawarkan skema kolektif 1/7 sapi dengan harga yang lebih terjangkau. Masyarakat dapat mengamankan hewan qurban dengan harga Rp 1.447.000, dari harga normal sebesar Rp 1.900.000.
Afif menegaskan, seluruh hewan qurban dipastikan telah memenuhi ketentuan syariat Islam serta standar kesehatan yang ketat. Perencanaan yang dilakukan jauh hari pun, diklaim dapat membantu proses pemilihan hingga distribusi hewan secara lebih bertanggung jawab.
"Skema ini memberikan pilihan berqurban yang lebih terjangkau tanpa mengurangi nilai ibadahnya, sekaligus mendukung distribusi yang lebih tertata," tuturnya.
Mengenai sasaran distribusi, HI fokus pada wilayah Indonesia yang sulit dijangkau, khususnya daerah pelosok di kawasan Indonesia Timur. Selain di dalam negeri, manfaat qurban ini juga direncanakan menjangkau masyarakat di negara-negara Afrika, serta wilayah yang sedang menghadapi krisis kemanusiaan dan bencana.
"Penyaluran yang terarah sangat penting, agar dampak kebaikan ini bisa berkelanjutan dan dirasakan oleh masyarakat di lokasi konflik maupun krisis," tutup Afif. (Pandu)




