IPM Naik, Kemiskinan Pengangguran Turun, Dedie Rachim Klaim 1 Tahun Tren Positif

Redaktur author photo

Walikota Bogor Dedie A Rachim

inijabar.com, Kota Bogor – Walikota Bogor Dedie Abdul Rachim menilai positif catatan BPS (Badan Pusat Statistik) Kota Bogor yang memuat capaian indikator makro pembangunan menunjukkan tren positif sepanjang 2025. 

Data BPS Kota Bogor mencatat peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), disertai penurunan inflasi, angka kemiskinan, serta tingkat pengangguran terbuka.

Dedie A. Rachim, mengatakan, capaian tersebut menjadi fondasi awal untuk mempercepat agenda pembangunan di tahun berikutnya.

“Harus terus dikuatkan, jadi tidak boleh kendor. Ini baru tahun pertama dan ada rencana-rencana kegiatan yang akan mengakselerasi penurunan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan, termasuk pembangunan infrastruktur, serta bidang pendidikan dan sosial,” ujar Dedie di Bogor, Senin (23/2/2026)

Menurut Dedie, berbagai indikator yang membaik tersebut menjadi modal strategis bagi Kota Bogor untuk melangkah lebih progresif, khususnya dalam mendorong kesejahteraan masyarakat dan pemerataan pembangunan.

Perluasan Lapangan Kerja Jadi Prioritas

Dedie menegaskan, salah satu fokus utama Pemkot Bogor ke depan adalah memperluas lapangan kerja. Upaya itu akan ditempuh melalui kemudahan perizinan usaha dan penciptaan iklim investasi yang kondusif.

Ia menilai, pertumbuhan investasi memiliki korelasi langsung dengan pembukaan lapangan kerja baru. Karena itu, penyederhanaan birokrasi dan percepatan layanan perizinan menjadi instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kemudahan perizinan akan mendorong investasi masuk, dan pada akhirnya membuka lebih banyak lowongan pekerjaan bagi masyarakat,” kata Dedie.

Tantangan Keberlanjutan

Meski tren indikator makro menunjukkan perbaikan, tantangan keberlanjutan program tetap menjadi pekerjaan rumah. Penguatan sektor riil, stabilitas harga kebutuhan pokok, serta kualitas infrastruktur dasar menjadi faktor penentu apakah tren positif tersebut mampu bertahan dalam jangka panjang.

Selain itu, konsistensi anggaran dan efektivitas belanja daerah akan sangat menentukan akselerasi program pengentasan kemiskinan dan pengurangan pengangguran. Tanpa pengawasan ketat dan evaluasi berkala, capaian awal berisiko stagnan.

Tahun pertama kepemimpinan Dedie menjadi momentum konsolidasi. Publik kini menanti, apakah tren positif 2025 benar-benar bertransformasi menjadi lompatan kesejahteraan yang terasa nyata di tingkat warga, bukan sekadar angka statistik.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini