![]() |
| Pengendara roda dua berusaha menerobos jembatan Kemang Pratama yang sedang dalam perbaikan. |
inijabar.com, Kota Bekasi- Penutupan Jalan Kemang di kawasan Kemang Pratama menuai sorotan warga. Minimnya informasi yang disampaikan kepada masyarakat membuat banyak pengguna jalan mengaku tidak mengetahui secara utuh jadwal maupun teknis penutupan.
Sejumlah warga menilai, persoalan utama bukan pada kebijakan penutupan, melainkan lemahnya sosialisasi dari pihak terkait.
Tanto (61), warga RT 02 RW 01 Pekayon Jaya, mengatakan dirinya baru mengetahui adanya penutupan setelah melihat spanduk yang terpasang di sekitar lokasi. Ia menilai penyampaian informasi belum maksimal.
“Sebenernya informasinya kurang. Medianya juga kurang. Jadi banyak warga yang tidak tahu kalau memang ditutup,” ujarnya.
Menurutnya, tidak ada surat edaran maupun pemberitahuan langsung kepada warga terdampak.
“Ya paling cuma spanduk-spanduk saja. Surat edaran enggak ada. Sosialisasi juga enggak ada,” tegasnya.
Ia berharap ke depan ada komunikasi yang lebih terbuka antara pihak pengambil kebijakan dengan masyarakat. Dengan begitu, kebingungan di lapangan dapat diminimalisir.
“Harapannya ada sosialisasi, duduk bareng dengan warga. Jadi semuanya paham. Intinya kurang informasi saja,” jelasnya.
Keluhan serupa disampaikan Rahmat (41), warga Jatiasih yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online. Ia mengaku harus memutar cukup jauh untuk menghindari jalur yang ditutup.
“Ribet, Pak, jadi saya mesti muter jauh banget,” ucapnya.
Meski terdampak secara waktu dan biaya operasional, Rahmat mengaku tidak keberatan selama kebijakan tersebut bertujuan untuk kepentingan bersama.
“Kalau saya pribadi ya enggak masalah, Pak, kalau memang demi kemaslahatan bersama mah. Saya kan enggak ada usaha di sini,” katanya.
Warga berharap setiap kebijakan penutupan jalan ke depan dapat disertai penyampaian informasi yang lebih luas, terstruktur, dan menyentuh langsung masyarakat terdampak, agar tidak memicu kebingungan dan keluhan di lapangan.(*)




