Pengungsi Banjir di Pamanukan Subang Mulai Keluhkan Kesehatan

Redaktur author photo
Sejumlah pengungsi banjir di Pamanukan Subang

inijabar.com, Subang-Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Subang Anang sebagian pengungsi banjir di Pamanukan mengeluhkan gatal-gatal dan sejumlah keluhan kesehatan lain.

Seiring mulai surutnya banjir di wilayah Subang sehingga banyak di antara pengungsi yang kembali ke rumahnya masing-masing. Setelah dilanda bencana selama sepekan terakhir.

Anang juga mengatakan, sekitar 1.500 warga telah mendapatkan pelayanan kesehatan. Data tersebut merupakan akumulasi dari jumlah pengungsi yang mendatangi pos pelayanan kesehatan di beberapa lokasi pengungsian. 

"Rata-rata pengungsi ini mengeluhkan gatal-gatal, nyeri ulu hati, sakit kepala," katanya.

Beberapa titik pengungsian di antaranya, di kolong jembatan layang Pamanukan, Kantor Kecamatan Pamanukan, Kantor Kecamatan Ciasem, dan Kantor Kecamatan Legonkulon.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Su­bang, kata Anang mencatat, total pengungsi banjir mencapai 1.030 orang. Adapun, warga yang terdampak banjir selama sepekan terakhir diper­ki­rakan 31.656 orang. 

Ia menjelaskan, penyakit yang diderita para peng­ungsi secara umum akibat terpapar air kotor dalam waktu lama. "Untuk menjaga kesehatan, para pengungsi perlu menerapkan pola makan yang baik, kemudian menjaga kebersihan lingkungan di sekitar lokasi peng­ungsian," ucapnya. 

Semenetara itu, Ketua Pelaksana BPBD Subang Udin Jazudin menyebutkan, wilayah terdampak banjir sempat meluas ke 54 desa di sembilan kecamatan. Diantaranya, Pamanukan (8 desa), Legon­kulon (7), Sukasari (7), Pu­sa­kanagara (7), Ciasem (5), Bla­nakan (9), Pusakajaya (8), Compreng (2), dan Pagaden (1).

"Rumah yang terendam banjir di seluruh desa dan kecamatan tersebut tercatat hingga 7.110 unit. Selain itu, banjir merendam 2.130 hektare sawah, 334 hektare kolam ikan, 27 sarana ibadah warga, dan 18 sekolah," tandasnya.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini