Puluhan Mobil dan Motor Dinas Ciamis Telat Pajak, Kumaha Ieu?

Redaktur author photo



inijabar.com, Ciamis – Puluhan kendaraan dinas berpelat merah milik Pemerintah Kabupaten Ciamis kedapatan menunggak pajak. Tak tanggung-tanggung, kendaraan roda dua hingga roda empat itu bahkan sudah ditempeli stiker penunggak pajak oleh petugas Samsat Kabupaten Ciamis sebagai bentuk penegasan sekaligus peringatan.

Pemandangan itu sontak mencuri perhatian warga. Biasana yang ditempel stiker teh motor warga nu telat mayar pajak, ayeuna mah mobil dinas oge teu luput. “Ieu mah mobil pelayanan, tapi pajakna can dilayanan,” celetuk seorang warga sambil geleng-geleng kepala.

Salah satu kendaraan  dinas roda dua milik ASN Pemkab Ciamis yang sudah dipasang stiker belum bayar pajak

Salah satu kendaraan yang jadi sorotan adalah mobil operasional milik Kecamatan Lakbok. Berdasarkan informasi dari situs SAMBARA milik Bapenda Jabar, kendaraan tersebut tercatat memiliki tunggakan pajak. Petugas pun terpaksa memasang stiker karena pembayaran belum dilakukan sesuai ketentuan.

Kepala Samsat Kabupaten Ciamis, Adun Abdullah, membenarkan adanya tunggakan tersebut. Ia menyebut masih ada beberapa kendaraan dinas operasional di wilayah Banjarsari, Banjaranyar, Lakbok, hingga Purwadadi yang tercatat menunggak.

“Memang benar masih ada beberapa kendaraan operasional berpelat merah yang menunggak. Namun saat ini kendaraan-kendaraan tersebut sedang dalam proses penyelesaian. Pembayaran pajaknya dikolektifkan oleh BPKAD,” ujar Adun Abdullah.

Menurutnya, mekanisme pembayaran kendaraan dinas berbeda dengan kendaraan pribadi karena dilakukan secara kolektif melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Meski begitu, pihak Samsat tetap melakukan penegakan aturan tanpa pandang bulu.

Satire pun bermunculan di tengah masyarakat. “Rakyat disuruh taat pajak, nu nyuruhna keneh can beres. Ieu mah siga slogan ‘taat pajak dimulai dari... batur heula’,” ujar warga lainnya berseloroh.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa kepatuhan administrasi tak mengenal warna pelat. Baik hitam maupun merah, sama-sama wajib taat aturan. Sabab mun rakyat wae nu disiplin, tapi nu ngatur teu jadi conto, nya kumaha baris jadi teladan?.(edo).


Share:
Komentar

Berita Terkini