inijabar.com, Kota Bandung- Capaian Kota Bandung sebagai salah satu daerah dengan kematangan digital terbaik nasional sekaligus mempercepat hadirnya layanan publik berbasis teknologi bagi warga.
Hal ini mencatatkan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memperoleh skor Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 64,77 tertinggi di Kawasan Indonesia Bagian Barat serta indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik 4,66 kategori sangat baik dalam satu tahun kepemimpinan Bandung Utama
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Iskandar Zulkarnain mengatakan, nilai IMDI 64,77 mencerminkan kesiapan infrastruktur, literasi, pemberdayaan, dan ekosistem kerja digital masyarakat.
Iskandar menyatakan, penetrasi internet telah mencapai sekitar 85 persen berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia sehingga akses daring menjangkau hampir seluruh wilayah tanpa titik kosong sinyal.
Pemkot Bandung juga mencatat indeks reformasi birokrasi 83,58 peringkat A yang memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis elektronik semakin terintegrasi.
Senada dikatakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung Yayan A. Brilyana bahwa indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik 4,66 menunjukkan pelayanan administrasi makin cepat, transparan, dan terukur.
Yayan memaparkan 389 kamera pengawas aktif terpasang di berbagai titik untuk mendukung pengaturan lalu lintas, deteksi dini bencana, dan pengawasan keamanan lingkungan.
Pemkot menghadirkan Panic Button di Taman Supratman dan kawasan Alun-alun yang terhubung dengan Bandung Siaga 112 serta kamera pan tilt zoom guna mempercepat respons darurat warga.
“Begitu tombol ditekan, sistem langsung terhubung ke Bandung Siaga 112 dan bisa dilakukan komunikasi dua arah serta terpantau melalui CCTV,” ungkapnya.
Selain itu, kata Yayan, tiang pintar atau smart pole dipasang di sejumlah ruas strategis dengan fungsi penerangan jalan, kamera pengawas, sensor lingkungan, dan perangkat komunikasi terhubung ke pusat kendali kota.
Realisasi investasi 2025 mencapai Rp11,92 triliun melampaui target sehingga ekosistem digital mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka peluang kerja baru.
Yayan mengatakan, transformasi digital tersebut mempercepat layanan publik, memperkuat keamanan siber melalui Security Operation Center.(*)




