![]() |
| Taman Alun-alun Cibatu selalu jadi lokasi favorit warga untuk berburu takjil |
inijabar.com, Garut- Memasuki hari ke lima puasa Ramadhan 1447 Hijriah, tradisi berburu takjil menjadi pemandangan yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat setiap sore jelang maghrib.
Tak hanya pusat kuliner dan pinggir jalan di Garut menjadi lokasi favorit yang ramai dengan pemburu takjil. Salah satunya di Taman alun alun cibatu depan Masjid Agung Cibatu .
Area yang sehari-hari menjadi ruang terbuka hijau dan tempat rekreasi warga itu kini dipadati pedagang musiman yang menjajakan beragam hidangan takjil. Sejak sore hari, deretan lapak sederhana mulai tertata rapi, menghadirkan kolak pisang, bubur sumsum, es campur, aneka gorengan, hingga jajanan pasar khas Ramadan.
Aroma gorengan yang baru diangkat dari wajan berpadu dengan manisnya kolak dan segarnya minuman dingin, menciptakan suasana khas menjelang waktu berbuka. Warga tampak antusias memilih hidangan untuk disantap bersama keluarga di rumah.
“Senang sekali bisa ngabuburit di taman alun alun cibatu.sambil cari takjil. Suasananya lebih santai dan banyak pilihan makanan,” ujar utep budiman(42), salah seorang pengunjung Taman alun alun Cibatu. Selasa (24/2/2026)
Tak hanya berburu hidangan berbuka, banyak warga memanfaatkan waktu menunggu azan Magrib dengan duduk santai di bangku taman, berbincang bersama keluarga maupun kerabat. Anak-anak terlihat bermain, sementara orang tua menikmati semilir angin sore yang menambah syahdu suasana Ramadan.
Para pedagang mengaku merasakan peningkatan omzet sejak hari pertama puasa. Lokasi taman alun alun cibatu yang berdekatan dengan Kantor Kecamatan cibatu dinilai strategis karena menjadi titik pertemuan warga saat sore hari.
“Alhamdulillah, sejak hari pertama puasa sudah ramai sekali. Jualan di taman alun alun cibatu ini strategis, banyak yang jalan-jalan sore sambil cari takjil,” kata Dini (30), pedagang gorengan di kawasan Taman alun alun, tepatnya di depan Kantor Kecamatan Cibatu
Keberadaan pedagang takjil di ruang terbuka seperti taman dinilai memberi alternatif baru bagi masyarakat untuk menikmati suasana ngabuburit. Selain mendongkrak perputaran ekonomi warga, semarak takjil di taman juga mempererat kebersamaan dan menambah keceriaan Ramadan di tengah masyarakat.(ujang)




