Wabup Garut Putri Karlina Akui Gagal di Tahun Pertama dan Minta Maaf

Redaktur author photo
Wabup Garut Putri Karlina

inijabar.com, Garut – Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, secara terbuka mengakui kegagalannya dalam satu tahun pertama kepemimpinan bersama Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin.

Dalam pernyataannya di hadapan forum evaluasi, Putri menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.

“Saya mengakui, saya pribadi gagal dalam satu tahun memimpin. Saya mohon maaf,” ujar mantu dari Gubernur Jabar Dedi Mulyadi ini.

Ia bahkan melontarkan refleksi kritis atas posisinya sebagai pejabat publik.

“Terus ibu kalau gagal gimana? Gagal mau ngapain? Gagalnya karena apa? Apa karena korupsi? Saya gagal mutlak karena hukum? Saya patut mundur?” kata Putri.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa kegagalan yang dimaksud bukan karena pelanggaran hukum atau penyimpangan jabatan, melainkan karena program yang diupayakan belum menunjukkan hasil maksimal.

“Tapi karena gagalnya apa yang saya usahakan belum berhasil berarti apa? Itu adalah keberhasilan yang tertunda. Jadi qodarullah-nya memang belum (berhasil), bukan berarti saya tidak mampu. Saya masih punya kesempatan empat tahun lagi,” ucapnya.

Putri juga mengaitkan refleksi kepemimpinannya dengan pesan keagamaan. Ia mengajak hadirin membaca Surat Al-Mudatsir ayat 6 sebagai bahan perenungan.

“Kenapa saya meminta bapak ibu membaca surat Al-Mudatsir ayat 6. Saya enggak minta baca Surat Yasin, Surat Ar-Rahman, Surat Al-Mulk seperti umumnya. Al-Muzamil bicara hubungan kita dengan Allah, Al-Mudatsir bicara hubungan kita dengan manusia,” tuturnya.

Ia menjelaskan, ayat tersebut menurutnya berbicara tentang komitmen dalam berdakwah tanpa berharap imbalan.

“Ayat 6 itu konteksnya ngomongin tentang dakwah nabi ketika Nabi Muhammad baru mau memulai dakwah tentang tauhid, tentang Islam dan tentang Allah, jangan berharap mendapatkan lebih. Saya menilai (di ayat 6) jangan kamu kehilangan komitmen untuk berbuat baik hanya karena kamu merasa tidak mendapatkan apa-apa dari kebaikan yang dilakukan,” jelasnya.

Putri pun mengakui sempat kehilangan semangat dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Saya sudah mulai hilang komitmen, tadinya sudah enggak semangat menjalankan pesawat yang enggak mau terbang,” katanya.

Pernyataan terbuka tersebut menjadi sorotan publik, mengingat Putri merupakan menantu Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Bupati Abdusy Syakur Amin terkait pernyataan wakilnya tersebut.

Pengakuan ini dinilai sebagai momentum evaluasi internal Pemerintah Kabupaten Garut. Publik kini menunggu langkah konkret perbaikan di sisa masa jabatan yang masih menyisakan empat tahun ke depan.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini