Waspada, Transaksi M-Banking via WiFi Publik Rawan Kuras Rekening

Redaktur author photo


Ilustrasi

inijabar.com, Kota Bekasi - Penggunaan jaringan WiFi publik kini menjadi salah satu celah favorit pelaku kejahatan siber, untuk membobol rekening nasabah mobile banking. Banyak kasus di mana saldo rekening lenyap, hanya karena korban melakukan transaksi melalui koneksi internet gratisan di tempat umum.

Serangan melalui WiFi publik sering kali memanfaatkan beberapa teknik canggih. Salah satunya adalah 'Man-in-the-Middle' (MITM), di mana peretas menyusup di antara perangkat pengguna dan router WiFi, untuk mencuri data yang sedang dikirimkan, termasuk kredensial login dan detail transaksi.

Teknik lain yang tak kalah berbahaya adalah 'Evil Twin', yaitu pembuatan jaringan WiFi palsu yang namanya mirip dengan WiFi asli (misalnya CafeX_Free menjadi CafeX-Free). Pengguna yang terkecoh akan terhubung ke jaringan tersebut, sehingga seluruh aktivitas online bisa dipantau dan dicuri oleh pelaku.

Selain itu, koneksi WiFi publik yang tidak terenkripsi dengan baik membuat data lebih mudah diintip. Potensi lainnya termasuk infeksi malware atau spyware melalui jaringan tersebut, serta serangan phishing yang mengelabui pengguna untuk memasukkan informasi sensitif.

Meski demikian, jika terpaksa harus menggunakan WiFi publik untuk transaksi digital, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan agar rekening tetap aman:

1. Aktifkan VPN (Virtual Private Network).

VPN menciptakan terowongan enkripsi untuk seluruh lalu lintas internet. Dengan begitu, meskipun terhubung ke WiFi publik, data tetap terlindungi dan sulit diintip peretas. Selain itu, alamat IP asli pengguna juga tersembunyi.

2. Pastikan Autentikasi Dua Faktor (2FA) Aktif.

Fitur ini menambahkan lapisan keamanan ekstra. Saat login atau transaksi, selain kata sandi, diperlukan kode verifikasi yang dikirim ke ponsel atau aplikasi autentikator. Pastikan kode tersebut hanya diketahui oleh pemilik akun.

[cut]

Ilustrasi

3. Selalu Perbarui Perangkat dan Aplikasi.

Pembaruan sistem operasi serta aplikasi mobile banking, biasanya menyertakan patch keamanan terbaru. Dengan menjaga software tetap up-to-date, perangkat lebih terlindung dari kerentanan yang sudah diketahui.

4. Matikan WiFi Saat Tidak Digunakan.

Hindari membiarkan ponsel tetap tersambung ke WiFi publik secara terus-menerus. Segera nonaktifkan koneksi, setelah selesai bertransaksi untuk mengurangi risiko paparan berkepanjangan.

5. Pilih Jaringan yang Benar-Benar Aman.

 Jauhi WiFi publik yang tidak dilindungi kata sandi. Jaringan tanpa password, biasanya lebih rentan karena siapa pun bisa mengakses dan memanipulasinya. Jika memungkinkan, gunakan paket data seluler pribadi untuk transaksi penting.

Dengan semakin maraknya transaksi digital, kewaspadaan terhadap keamanan siber menjadi sangat penting. Hindari risiko yang tidak perlu dan prioritaskan proteksi data pribadi, agar aktivitas perbankan tetap aman dan nyaman. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini