![]() |
| Pantai Sayang Heulang Garut Selatan |
inijabar.com, Garut – Wakil Bupati Garut Putri Karlina mengakui pihaknya menerima banyak laporan terkait dugaan pungutan liar (pungli) di kawasan wisata Pantai Sayang Heulang, dan Santolo Kabupaten Garut.
"Saya mohon maaf ya, masih banyak laporan pungli di objek wisata Garut tapi yang paling ramai (aduan) tetap di Sayanf Heulang dan Santolo,"ungkap Putri.
Namun, menurut Putri, laporan tersebut masih sulit ditindaklanjuti karena minimnya bukti fisik yang kuat untuk menjerat pelaku.
“Kami membutuhkan bukti fisik yang kuat untuk menangkap oknum-oknum tersebut,” ujar Putri dalam keterangannya.
Ia menegaskan, laporan tanpa disertai bukti konkret seperti rekaman video atau dokumentasi lainnya akan menyulitkan proses penindakan oleh aparat penegak hukum (APH).
“Kalau melapor saja tanpa bukti fisik, kami sulit menindaklanjuti ke APH untuk menangkap siapa orangnya,” tambahnya.
Menjelang akhir pekan yang diperkirakan masih akan dipadati wisatawan, Putri meminta peran aktif masyarakat untuk membantu pemerintah dalam memberantas praktik pungli di kawasan wisata tersebut.
Ia secara khusus mengimbau wisatawan maupun warga sekitar untuk berani mendokumentasikan aksi pungli jika menemukannya di lapangan.
“Jadi mohon bantuannya. Ini kan masih ada satu gelombang liburan lagi di weekend ini,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Garut, lanjut Putri, berkomitmen menjaga kenyamanan dan keamanan wisatawan, terutama di destinasi unggulan Garut Selatan yang kerap menjadi tujuan favorit saat musim liburan.
Dengan adanya bukti yang kuat dari masyarakat, diharapkan aparat dapat segera menindak tegas oknum yang meresahkan dan merusak citra pariwisata daerah.(*)




