![]() |
| Mobil gadaian |
inijabar.com, Depok - Berawal dari gadai mobil berujung konflik antara Ketua RT 08/10 Kelurahan Sukmajaya Kasno yang mengaku dirugikan puluhan juta oleh Mantan CEO Persikad, Handiyana Sihombing
Handiyana Sihombing, membantah tuduhan telah melakukan penipuan pada Kasno. Handiyana menilai Kasno telah mencemarkan nama baiknya.
Sebelumnya, Kasno mengaku telah menyerahkan uang sebesar Rp 65 juta kepada Handiyana untuk mendapatkan gadaian berupa satu unit mobil Pajero Sport, pada 27 Februari 2026.
Uang sudah diserahkan oleh Kasno, namun hingga kini unit mobil yang dijanjikan tidak kunjung diterima, dan uang gadaian dari Kasno baru dikembalikan sebesar Rp 25 juta, menyisakan piutang Rp40 juta.
Kasno menjelaskan, kenapa mempercayai Handiyana karena status sosialnya sebagai CEO Persikad dan foto profil kontak ponselnya berpose bersama Presiden Prabowo.
Tapi, kecurigaan Kasno pada Handiyana muncul setelah mengecek foto STNK yang diberikan, yang ternyata berstatus “Blokir.
“Artinya, dari awal memang sudah ada dugaan niat tidak baik. Kalau sudah diblokir penjualan, tidak mungkin foto itu diserahkan ke saya untuk dijanjikan gadai,” ujar Kasno dalam klarifikasinya kepada wartawan, Selasa (10/3/2026).
Kemudian Kasno mengancam akan menempuh jalur hukum jika sisa uang pengembalian gadainya Rp40 juta tersebut tidak segera dilunasi sebelum Idul Fitri 144 hijriah.
[cut]
Sementara itu, Handiyana membantah tuduhan Kasno. Dia menyatakan, justru dirinya yang diminta tolong oleh Kasno berkali-kali agar dicarikan mobil gadaian.
Terkait STNK yang diblokir, Handayana menilai itu hal lumrah karena dalam proses balik nama pemilik lama dan bukan bukti mobil fiktif.
“Kasno mengenal saya jauh sebelum saya memakai profil tersebut. Jadi, klaim yg dia sampaikan itu fitnah, dan saya memasang profile ini baru kurang lebih satu mingguan,” kata Handiyana.
Sementara terkait sisa pengembalian sejumlah uang sebesar Rp 40 juta. Dia menyatakan, dirinya sudah mempersiapakannya sejak Senin lalu. Namun dengan adanya peristiwa ini dia mengurungkan kembali niatnya.
Perselisihan ini, kata dia semakin memanas karena istri Handayani yang diketahui merupakan seorang ASN (Aparatur Sipil Negara) di RSUD ASA, Tapos ikut seret namanya.
Kini, Handiyana merasa dikhianati oleh teman lama yang mengaku sering membantu secara finansial.
“Uang sudah ada di saya, dari yang punya Pajero sejak Senin lalu. Ini bukan masalah saya mau atau tidak mau kembalikan Rp 40 juta, tapi persoalannya apa yang dia (Kasno .Red) sampaikan ke media dan pengancaman ke istri saya. Padahal dia dahulu sering saya bantu secara ekonomi,” tegas HS, kepada wartawan, Rabu (11/3/2026).
Handayani juga mengklaim memiliki bukti percakapan digital (pesan chat) yang menunjukkan kronologi sebenarnya. Kini, Dia menuntut Kasno untuk menarik pernyataannya disejumlah media massa dan membuat klarifikasi agar nama baiknya tidak tercoreng.
Karena menurutnya, pernyataan tersebut sudah merupakan pencemaran nama baik yang membuat keluarga besarnya merasa tidak nyaman. (Risky)





