![]() |
| Kepala Kemenhaj Ciamis H.Nana Supriatna |
inijabar.com, Ciamis – Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel mulai berdampak pada berbagai sektor, termasuk perjalanan ibadah umroh.
Menyikapi situasi tersebut, Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Kabupaten Ciamis mengeluarkan imbauan bagi masyarakat yang berencana berangkat ke Tanah Suci.
Kepala Kemenhaj Kabupaten Ciamis, H. Nana Supriatna, menyampaikan agar calon jamaah umroh untuk sementara menunda keberangkatan hingga situasi keamanan di kawasan tersebut benar-benar kondusif.
“Untuk jamaah umroh kami memberikan imbauan agar menunda keberangkatan sampai waktu yang belum ditentukan, sambil menunggu perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah,” ujar Nana. Kamis (5/3/2026)
Ia juga meminta masyarakat yang telah merencanakan perjalanan umroh dalam waktu dekat agar mempertimbangkan kembali keberangkatannya dan menunggu kondisi lebih stabil.
Sementara itu, bagi jamaah yang saat ini sudah berada di Arab Saudi, Nana mengimbau agar tetap berkoordinasi aktif dengan perwakilan resmi pemerintah Indonesia, seperti Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) maupun Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).
Menurutnya, komunikasi yang intens dengan perwakilan pemerintah sangat penting untuk memastikan keselamatan jamaah sekaligus memperoleh informasi terbaru terkait situasi keamanan.
“Jamaah yang sudah berada di Arab Saudi diharapkan rutin melapor dan berkomunikasi dengan perwakilan pemerintah Indonesia di sana agar kondisi mereka dapat terus dipantau,” katanya.
Terkait penerbangan, Nana menjelaskan bahwa penerbangan langsung menuju Madinah atau Jeddah relatif lebih aman, terutama yang menggunakan maskapai Garuda Indonesia maupun Saudia.
Namun, untuk penerbangan dengan rute transit, seperti melalui Abu Dhabi atau negara lain, menurutnya perlu dipertimbangkan secara matang karena berkaitan dengan kebijakan otoritas penerbangan di masing-masing negara yang dilalui.
Di sisi lain, pihaknya mengaku belum memiliki data pasti mengenai jumlah warga Ciamis yang saat ini sedang melaksanakan ibadah umroh di Arab Saudi.
Hal tersebut karena kewenangan instansi daerah lebih berfokus pada penyelenggaraan ibadah haji reguler. Sementara penyelenggaraan umroh sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab biro perjalanan atau travel resmi.
“Di Kabupaten Ciamis memang ada beberapa travel umroh, namun tidak ada kewajiban bagi mereka untuk melaporkan data jamaah kepada instansi pemerintah daerah,” pungkasnya.(diki)




