![]() |
| Wangnenf Environement Co.Ltd |
inijabar.com, Jakarta- Wangneng Environment Co., Ltd. ditetapkan oleh Danantara sebagai operator fasilitas WtE di Bekasi. Dan Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. untuk operator proyek di Denpasar.
Wangneng Environment Co., Ltd. merupakan perusahaan asal Tiongkok yang berkantor pusat di Huzhou, Zhejiang. Perusahaan ini mulai beroperasi pada 2012 dan bergerak di berbagai bidang pengelolaan lingkungan. Mulai dari pemanfaatan limbah dapur, pengolahan air limbah, pengolahan lumpur, hingga daur ulang karet.
Saat ini Wangneng Environment memiliki 98 perusahaan, termasuk lima anak usaha di luar negeri yang berlokasi di Thailand, Kamboja, Australia, dan Singapura. Dalam bisnis Waste-to-Energy (WtE), perusahaan ini mengubah limbah, terutama limbah padat, menjadi energi listrik atau panas melalui berbagai proses seperti pembakaran, gasifikasi, hingga teknologi biologi.
Melalui sejumlah proyek instalasi pengolahan limbah yang telah dibangun, Wangneng mengklaim mampu menghasilkan sekitar 3,04 miliar kWh listrik bersih per tahun. Dengan asumsi konsumsi listrik rumah tangga kecil-menengah di Indonesia, produksi tersebut diperkirakan dapat memasok kebutuhan listrik sekitar 2,53 juta rumah tangga setiap tahun.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia resmi mengumumkan dua mitra terpilih untuk menggarap proyek Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) tahap pertama untuk dua kota. Proyek WtE pertama akan dijalankan di Bekasi dan Denpasar
Namun Danantara belum mengumumkan pemenang konsorsium yang akan digandeng oleh mitra asing itu. Para operator diwajibkan membentuk konsorsium bersama badan usaha milik pemerintah daerah dan perusahaan lokal Indonesia untuk mendorong transfer teknologi.
Direktur Investasi Danantara Investment Management Fadli Rahman mengatakan sebelumnya terdapat 9 perusahaan yang telah ikut mengajukan proposal untuk proyek WtE tahap satu.
Namun dari 4 kota baru dua yang diumumkan. Dua kota lainnya yaitu Bogor dan Yogyakarta akan diumumkan belakangan lantaran masih dalam finalisasi.(*)




