![]() |
| Warga saat sedang berusaha mengevakuasi salah satu korban terdampak longsor sampah di TPST Bantargebang |
inijabar.com, Kota Bekasi- Musibah banjir di Kota Bekasi dan longsor sampah di TPST Bantar Gebang Kota Bekasi pada Minggu 8 Maret 2026 sangat memilukan terlebih menjelang Hari Jadi Kota Bekasi 29 yang jatuh pada hari Selasa 10 Maret 2026.
Hujan dengan intensitas sedang namun berlangsung cukup lama sejak pagi hingga siang hari memicu banjir di sedikitnya 10 wilayah di kota tersebut.
Genangan air dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan permukiman hingga jalan lingkungan. Air mulai naik setelah hujan turun terus-menerus selama beberapa jam, membuat saluran drainase tidak mampu menampung debit air.
Sejumlah warga mengaku air mulai masuk ke rumah mereka sejak menjelang siang. Di beberapa titik, genangan air mencapai puluhan sentimeter hingga mengganggu aktivitas warga.
Selain banjir, musibah lain juga terjadi di kawasan TPST Bantargebang, tepatnya di Zona IV yang berada di wilayah Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang. Tumpukan sampah dilaporkan mengalami longsor pada siang hari.
Informasi yang beredar di lapangan menyebutkan, longsoran sampah tersebut diduga menimbun sejumlah pekerja yang berada di sekitar lokasi. Bahkan, kabar yang beredar menyebutkan peristiwa itu menewaskan empat orang.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi dan penanganan di lokasi masih berlangsung. Petugas dari unsur pemerintah dan relawan dilaporkan masih melakukan pencarian serta memastikan jumlah korban yang terdampak dalam peristiwa tersebut.
Belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait kronologi pasti longsoran sampah maupun jumlah korban dalam kejadian tersebut.
Peristiwa banjir dan longsor sampah ini menambah daftar persoalan yang kerap muncul saat hujan turun di Kota Bekasi. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk menangani dampak bencana serta mencegah kejadian serupa terulang kembali.(*)




