Rieke Sebut Ada Upaya Bungkam Saksi Kunci Kasus Kematian Aktifis Buruh

Redaktur author photo
Rieke Diah Pitaloka (kiri) dan Almarhum Ermanto Usman (kanan)

inijabar.com, Kota Bekasi - Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, mengungkap adanya indikasi kuat upaya pembungkaman, terhadap saksi kunci dalam kasus kematian aktivis buruh JICT, Ermanto Usman.

Hal ini terungkap, setelah Rieke mendapatkan laporan munculnya oknum misterius yang mengaku sebagai penyidik, dan mencoba mengakses ruang perawatan istri almarhum secara paksa.

Melalui unggahan video di akun Instagram @riekediahp pada Minggu (8/6/2026), Rieke menyatakan kecurigaannya terhadap sosok yang mendatangi rumah sakit tempat istri Ermanto dirawat dalam kondisi kritis.

"Tadi pagi di rumah sakit ada seseorang yang mengaku penyidik akan mewawancarai istri Pak Ermanto. Padahal beliau adalah saksi kunci sekaligus korban yang saat ini masih kritis. Kok bisa mau pendalaman kasus terhadap orang yang masih dalam kondisi kritis? Aku kok nggak percaya ya," ujar Rieke dalam videonya.

Rieke mensinyalir kehadiran oknum tersebut merupakan upaya pihak tertentu, agar saksi kunci tidak bisa memberikan kesaksian. Menurutnya, oknum tersebut diketahui mencoba memaksa masuk tanpa koordinasi, dengan kuasa hukum maupun Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Beruntung, anak korban yang sedang menjaga ibunya berhasil menghalangi oknum tersebut, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Rieke pun memastikan bahwa saat ini perlindungan terhadap saksi telah diperketat.

"Alhamdulillah LPSK memberikan pengawalan 24 jam. Kebetulan rumah sakitnya juga sudah ada MoU dengan LPSK. Tadi Ketua LPSK juga langsung berkoordinasi dengan Polres Metro Bekasi Kota," tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Dalam kunjungannya ke Polres Metro Bekasi Kota, Rieke menyerahkan surat resmi sebagai Anggota Komisi XIII DPR RI guna memberikan dukungan moral dan politik kepada Polri, agar kasus ini diusut tuntas hingga ke akar-akarnya.

Ia menekankan, bahwa kematian Ermanto Usman, yang merupakan tokoh vokal dalam mengungkap skandal korupsi di pelabuhan, tidak boleh dianggap sebagai tindak kriminal biasa.

"Jangan sampai ada upaya pembungkaman. Kita bersuara terus untuk keadilan, Justice for Pak Ermanto Usman," pungkasnya.

Perlu diketahui, Ermanto Usman merupakan pensiunan sekaligus aktivis vokal dari Jakarta International Container Terminal (JICT), yang dikenal sebagai whistleblower kasus dugaan korupsi perpanjangan kontrak JICT.

Kasus tersebut sempat menjadi sorotan nasional, dan bahkan masuk dalam pembahasan Panitia Khusus (Pansus) Pelindo II di DPR RI, yang diketuai Rieke Diah Pitaloka beberapa tahun silam.

Kematian Ermanto Usman di kediamannya di Jatibening, Kota Bekasi mengundang tanda tanya besar, setelah ditemukan berbagai kejanggalan di lokasi kejadian. 

Meski sempat diduga sebagai aksi perampokan, pihak keluarga dan rekan sejawat mencurigai adanya motif pembungkaman, terkait informasi penting yang dimiliki almarhum mengenai skandal di pelabuhan yang hingga kini masih terus bergulir. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini