Sehari Jelang Lebaran Gas Melon Langka, Diskopdagperin Kuningan Bilang Begini

Redaktur author photo
Kadiskopdagperin Kabupaten Kuningan H.Toni Kusmanto

inijabar.com, Kuningan- Menjelang Hari Raya Idul Fitri, masyarakat Kabupaten Kuningan mengeluh langka gas melon. Hal itu seolah menjadi tradisi rutin yang wajib terjadi di setiap tahun.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopdagperin) Kuningan, H. Toni Kusumanto, mengatakan, kelangkaan gas bukan karena minimnya pasokan, tetapi lebih pada budaya masyarakat yang membeli dalam jumlah lebih banyak dari biasanya.

‎“Ini perkiraan kami, kelangkaan ini justru dari masyarakatnya itu sendiri yang seolah mengantisipasi kelangkaan gas, yang akhirnya mereka menyimpan (pasokan gas),” ujarnya saat dikonfirmasi oleh inijabar.com Jum’at, (20/3/2026).

‎Selain penyebab itu, pihaknya juga menduga ada masyarakat elit yang tetap membeli dan menggunakan gas 3 kg. Fenomena itu sering terjadi dan menyebabkan pasokan gas tidak tepat sasaran. 

“Seharusnya gas 3 kilogram ini diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Untuk masyarakat kalangan atas, harusnya beli yang selain gas melon,” katanya.

‎Di luar dugaan tersebut, Toni memastikan bahwa alur distribusi dari Depot Balongan Indramayu ke Stasiun Pengisian Bulk Elpiji atau SPBE di wilayah Kuningan berjalan normal sesuai jadwal. Bahkan, untuk menjamin ketersediaan stok, Pemerintah Kabupaten Kuningan terus berkoordinasi dengan Pertamina.

“Walaupun pasokan aman, kami tetap memastikan penambahan pasokan melalui skema fakultatif dan extra dropping digelontorkan secara masif mulai H-3 dan H+3 lebaran,” tuturnya.

‎Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau supaya masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar distribusi gas LPG 3 kilogram dapat merata dan tepat sasaran.

‎Toni juga meminta para pengelola agen dan pangkalan untuk menjual gas sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) serta memprioritaskan masyarakat yang benar-benar berhak menerima subsidi.

‎”Kami harap masyarakat membeli sesuai kebutuhan, jangan berlebihan. Insyaallah stok aman karena ada penambahan pasokan menjelang dan sesudah lebaran,” tegasnya.

Menurutnya, jumlah penambahan distribusi fakultatif untuk Kabupaten Kuningan dilakukan tiga hari yakni tanggal 19 Maret sebanyak 45.360 tabung, tanggal 20 Maret, 9.520 tabung dan tanggal 22 Maret, 28.000 tabung

‎Sedangkan distribuai Extra Dropping dilakukan pada tanggal 20 dan 23 Maret yang masing-masing harinya sebanyak 11.200 tabung.(Rojik)

Share:
Komentar

Berita Terkini