Setelah Viral Walikota Bekasi Tinjau SDN Teluk Pucung 7, Disdik Sibuk Proyek Pengadaan Barjas

Redaktur author photo
Kondisi plafon ruang kelas yang jebol di SDN 7 Teluk Pucung, Bekasi Utara

inijabar.com, Kota Bekasi - Video berdurasi singkat yang memperlihatkan plafon ruang kelas runtuh di SDN 7 Teluk Pucung, Bekasi Utara, mendadak ramai diperbincangkan di media sosial Instagram, pada Sabtu (28/2/2026).

Setelah viral di medsos dan diberitakan media, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto turun langsung dan menemukan sejumlah kerusakan: plafon runtuh di salah satu ruang kelas, atap genteng bocor, serta lampu yang tidak berfungsi.

"Saya sangat prihatin melihat kondisi ini. Sekolah adalah tempat anak-anak kita belajar dan membangun masa depan. Tidak boleh ada ruang kelas yang membahayakan keselamatan mereka," ujar Tri. Senin (2/3/2026)

Tri memerintahkan Dinas Pendidikan dan Disperkimtan untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh, sekaligus meminta pengecekan rutin, terhadap kondisi bangunan sekolah di seluruh wilayah Kota Bekasi, agar kerusakan serupa dapat dicegah lebih awal.

"Ini akan segera kita proses, kita lakukan perbaikan secara menyeluruh supaya mereka bisa lebih nyaman dalam belajar," tegasnya.

Kondisi sekolah seperti itu di Kota Bekasi bukan hal baru. Di tengah Disdik abai dengan kondisi sekolah dan lebih sibuk menggelar proyek pengadaan barang dan jasa yang bukan dari aspirasi sekolah. Setelah viral dan diberitakan media barulah bergerak seolah baru tahu kondisi sekolah tersebut.

Sebelumnya, unggahan akun Instagram @rds_dialectique memicu perhatian warga Kota Bekasi, setelah mengunggah video yang berisi rekaman kondisi plafon dari kiriman salah satu pengikutnya melalui pesan langsung.

Yang membuat video itu semakin mengundang perhatian, ada informasi bahwa seorang siswa pernah tertimpa runtuhan plafon di dalam kelas, meski tidak sampai mengalami cedera. Kondisi plafon disebut sudah lapuk akibat rembesan air hingga akhirnya runtuh.

Pemilik akun juga menyoroti ironi kondisi tersebut, karena kerusakan parah terjadi bukan di daerah terpencil, melainkan di Kota Bekasi yang berbatasan langsung dengan Jakarta.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi, jadwal perbaikan dan alokasi anggaran untuk pembenahan fasilitas tersebut. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini