![]() |
| Anggota DPR RI Sudjatmiko |
inijabar.com, Kota Bekasi - Anggota DPR RI Fraksi PKB, H. Sudjatmiko, mengatakan, perjuangan politik yang seutuhnya berada di ranah eksekutif.
Ia secara tersirat mengkritik pola koordinasi pemerintah daerah saat ini, yang dinilai masih menempatkan parlemen sebatas pada fungsi pengawasan dan pengusulan, tanpa pelibatan eksekusi yang kuat.
DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bekasi, secara terbuka mematok target besar pada Pemilu 2029 mendatang. Tidak hanya sekadar menambah perolehan kursi legislatif, namun juga membidik kursi eksekutif.
"PKB 2024 ke 2029 ini kita menjemput kemenangan. Harapannya, selain menggandakan kursi legislatif di tingkat kota dan provinsi, kita targetkan kader terbaik PKB menjadi Wali Kota atau Wakil Wali Kota Bekasi," ujar Sudjatmiko di Sekretariat DPC PKB Kota Bekasi, Selasa (17/3/2026).
Langkah strategis tersebut dinilai krusial, mengingat peran legislatif selama ini dianggap belum maksimal, dalam mengeksekusi kebijakan yang langsung menyentuh masyarakat.
PKB memandang posisi wali kota atau sakil wali kota sebagai kunci utama, dalam menentukan prioritas anggaran yang saat ini mencapai Rp 7 triliun.
Lebih lanjut, Sudjatmiko juga menyoroti fenomena hubungan antara pemerintah daerah (eksekutif) dengan legislatif. Menurutnya, perubahan signifikan di Kota Bekasi hanya bisa terjadi jika PKB menempatkan kadernya di posisi pengambil kebijakan tertinggi di Balai Kota.
Ia menilai, selama ini peran anggota dewan sering terbentur tembok birokrasi, karena tidak memiliki kewenangan eksekusi anggaran. Kritik ini muncul sebagai refleksi atas lambatnya respons pemerintah kota, dalam menjalin komunikasi yang komunikatif dan strategis dengan pihak legislatif dalam membangun daerah.
"Perjuangan seutuhnya dan utama itu ada di eksekutif, karena mereka yang pegang kendali anggaran. Parlemen saat ini hanya dalam fungsi pengawasan dan penganggaran (budgeting). Dengan menjemput kemenangan kursi nanti, kita bisa ikut kontestasi kepala daerah," terang pengusaha yang kini duduk di Komisi V DPR RI tersebut.
Demi memuluskan target tersebut, PKB Kota Bekasi mulai melakukan 'Pencalegan Dini', dengan komposisi pengurus yang didominasi anak muda dengan rata-rata usia 35 tahun. Sudjatmiko menyebut, PKB kini jauh lebih enerjik dan berani melakukan terobosan, termasuk membuka ruang bagi tokoh eksternal potensial untuk bergabung.
"Bekasi ini strategis, pendapatan daerahnya tinggi Rp 7 triliun dengan penduduk 2 juta jiwa. PKB ingin berbuat lebih banyak untuk masyarakat. Harapannya, masyarakat menilai PKB adalah partai yang peduli umat dan melayani rakyat secara nyata, bukan sekadar janji," pungkas Sudjatmiko. (Pandu)





