UPTD Bekasi Utara Berjibaku Bersihkan Bantaran Kali

Redaktur author photo
Petugas di lapangan saat membersihkan bantaran kali Bekasi Utara.

inijabar.com, Kota Bekasi - Sampah yang menyumbat aliran kali di wilayah Bekasi Utara, masih menjadi ancaman nyata bagi lingkungan dan warga sekitar. Tumpukan limbah di bantaran sungai terus muncul, akibat kebiasaan membuang sampah sembarangan yang belum sepenuhnya bisa dihentikan.

Merespons kondisi itu, Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kebersihan Bekasi Utara, menerjunkan belasan petugas untuk menyisir dan mengangkut sampah yang kerap tersangkut di aliran kali, untuk mencegah pendangkalan sungai sekaligus menjaga kelancaran drainase di kawasan permukiman.

Kepala UPTD Kebersihan Bekasi Utara, Dedin Supriyadi, mengatakan, penanganan sampah tidak hanya menyasar titik-titik pembuangan liar di darat, tetapi juga mencakup badan kali yang selama ini kerap dijadikan tempat pembuangan oleh warga yang tidak bertanggung jawab.

"Kami tidak hanya fokus di darat. Kali-kali di wilayah Bekasi Utara juga jadi perhatian kami, karena sampah yang menumpuk di sana bisa mengganggu aliran air," ujar Dedin di lokasi, Selasa (3/3/2026).

Ia menambahkan, pihaknya langsung bergerak begitu laporan titik sampah liar masuk dari warga maupun hasil pantauan petugas di lapangan.

"Kita langsung mengerahkan 15 personel, untuk membersihkan titik sampah liar di RW 06 Kelurahan Kaliabang Tengah. Ini bentuk nyata kami untuk mendukung Kota Bekasi lebih asri," tegasnya.

Dedin juga menyoroti, volume sampah di bantaran kali cenderung meningkat jika tidak ditangani secara cepat. Menurutnya, keterlambatan penanganan berisiko memperparah kondisi lingkungan, terutama saat musim hujan tiba.

"Kalau dibiarkan, sampah ini bisa menyumbat aliran kali dan memicu banjir di permukiman warga. Makanya kami terus bergerak meski sekarang sedang bulan puasa," katanya.

Aksi bersih-bersih ini dilakukan menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kota Bekasi. Kendati begitu, persoalan sampah di aliran kali Bekasi Utara dinilai membutuhkan penanganan yang lebih dari sekadar operasi lapangan.

Mulai dari edukasi warga, penegakan aturan, hingga penyediaan fasilitas pembuangan sampah yang memadai di titik-titik rawan. Tanpa pendekatan yang komprehensif, sampah di kali akan terus kembali meski pasukan kebersihan tak henti turun ke lapangan. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini