Walikota Bekasi Bicara Soal Perantau Baru: Jangan Jadi Beban

Redaktur author photo
Ilustrasi

inijabar.com, Kota Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi mewanti-wanti para pendatang baru, yang berniat mengadu nasib di wilayahnya pasca-Lebaran 2026, agar membekali diri dengan keahlian khusus.

Langkah tersebut ditekankan, untuk mencegah lonjakan angka pengangguran di tengah ketatnya persaingan bursa kerja, di wilayah aglomerasi Jabodetabek.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menyatakan, sebagai kota yang majemuk, Bekasi memang memiliki daya tarik magnetik bagi perantau. Namun, ia menegaskan bahwa modal nekat saja tidak cukup untuk bertahan di Bumi Patriot.

"Hendaknya mereka memiliki keterampilan, memiliki pegangan, dan mereka sudah siap untuk kemudian bertarung. Kota ini persaingannya cukup tinggi, karena lapangan usaha juga semakin sempit," ujar Tri dalam keterangannya, Senin (23/3/2026).

Tri menambahkan, kesiapan fisik dan mental juga menjadi faktor krusial. Menurutnya, pendatang yang tidak memiliki daya saing, hanya akan menambah beban sosial dan potensi angka pengangguran baru di wilayahnya.

Meski demikian, Tri memastikan bahwa pintu Kota Bekasi selalu terbuka bagi siapa saja, yang ingin memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.

"Tentu Kota Bekasi secara terbuka (menerima). Kota ini masih memerlukan orang untuk hadir dan berkontribusi. Tetapi bagi para pendatang, tentunya harus mempersiapkan skill, stamina, fisik, serta kesehatan yang baik," tuturnya.

Ia optimis, meski persaingan ketat, peluang ekonomi di Bekasi masih terbuka lebar bagi mereka yang datang dengan persiapan matang dan kompetensi yang relevan, dengan kebutuhan industri saat ini. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini