Walikota Bekasi Jangan Tunggu Viral, SDN Jatiwaringin 1 Butuh Perbaikan

Redaktur author photo
SDN Jatiwaringin 1 Pondok Gede

inijabar.com, Kota Bekasi- Viralnya video kondisi bangunan SDN Telukpucung 7 yang atapnya bolong memantik perhatian publik. Video tersebut memperlihatkan ruang kelas dengan atap rusak sehingga memicu keprihatinan masyarakat.

Setelah viral barulah Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengunjungi sekolah tersebut. Dalam kunjungannya, Tri menanyakan sejumlah persoalan kepada pihak sekolah dan berjanji akan melakukan perbaikan menggunakan anggaran BOSDA (Bantuan Operasional Sekolah Daerah) Pemerintah Kota Bekasi.

Namun persoalan sekolah rusak di Kota Bekasi ternyata tidak hanya terjadi di SDN Telukpucung 7. Kondisi serupa juga terlihat di SDN Jatiwaringin 1, Kecamatan Pondok Gede.

Kondisi salah satu atap sekolah di SDN Jatiwaringin 1 Pondok Gede sangat berbahaya bagi siswa sekolah itu

Ironisnya, sekolah tersebut bukan berada di wilayah terpencil, melainkan berada di kawasan pusat aktivitas masyarakat Pondok Gede, tepat di persimpangan jalan utama.

Pantauan di lokasi menunjukkan pagar sekolah yang diduga sejak tahun 1980 belum pernah direvitalisasi. Perubahan yang terlihat hanya sebatas pengecatan ulang, sementara struktur tembok sudah tampak tua dan lapuk.

Pada malam hingga pagi hari, sebagian pagar sekolah bahkan tertutup lapak pedagang sayur mayur. Di sisi tikungan jalan dekat sekolah, sejumlah sopir angkot juga terlihat kerap mangkal di samping area sekolah.

Tidak hanya pagar, kondisi mushalla sekolah juga memprihatinkan. Bangunan tempat ibadah tersebut hanya ditutup menggunakan plastik sehingga tampak kurang layak sebagai fasilitas ibadah bagi siswa.

Kerusakan juga terlihat pada bagian atap bangunan sekolah. Sejumlah genteng terlihat pecah dan perlu segera diperbaiki agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Fasilitas ruang kelas pun belum sepenuhnya memadai. Beberapa meja dan kursi siswa masih menggunakan kayu lama yang disebut warga sebagai peninggalan “zaman baheula”. Bahkan terdapat satu ruang kelas yang dibiarkan kosong tanpa meja dan kursi untuk kegiatan belajar.

Padahal saat ini SDN Jatiwaringin 1 menampung sekitar 542 siswa setelah proses penggabungan dengan SDN Jatiwaringin 3.

Kepala Sekolah SDN Jatiwaringin 1, Kasmiroh, mengatakan pihak sekolah sudah menyampaikan kondisi tersebut kepada Dinas Pendidikan agar dapat segera dilakukan perbaikan.

“Saya baru bertugas di sekolah ini, dan saya lihat memang harus ada perbaikan agar siswa dan guru lebih aman dan nyaman dalam proses belajar mengajar,” ujarnya.

Kondisi ini menambah daftar panjang persoalan infrastruktur pendidikan di Kota Bekasi. Di tengah letaknya yang berada di kawasan perkotaan, sejumlah fasilitas sekolah dasar masih jauh dari kata layak dan menunggu perhatian serius dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini