![]() |
| Proyek BRT Bandung Raya yang menuai polemik |
inijabar.com, Kota Bandung - Proyek Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) menuai kritik dari Ketua Umum Asosiasi Pekerja dan Pedagang Kaki Lima (APPKL) Kota Bandung, Iwan Suhermawan
Iwan mengatakan, pihaknya tidak menolak sepenuhnya proyek tersebut, namun dia mengingatkan adanya potensi gangguan serius terhadap stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Menurut Iwan, kebutuhan transportasi massal yang terintegrasi di Bandung Raya memang sudah mendesak. Selama ini, sistem angkutan umum dinilai belum mampu memberikan layanan yang terhubung secara efektif.
Meski demikian, ia menilai perencanaan pembangunan BRT perlu dikaji lebih matang, terutama terkait kondisi infrastruktur jalan yang terbatas. Ia menyoroti sejumlah ruas jalan utama yang dinilai tidak cukup lebar untuk mengakomodasi jalur khusus BRT tanpa menimbulkan dampak baru.
“Coba bayangkan Jalan Ahmad Yani, Pasar Kosambi, jalannya kecil. Kalau kiri dan kanan dipakai untuk jalur BRT, tersisa berapa untuk kendaraan lain?” ujar Iwan kepada awak media, Minggu (12/4/2026).
Iwan menegaskan, jika tidak direncanakan secara komprehensif, proyek tersebut berpotensi memicu kemacetan baru di sejumlah titik padat Kota Bandung, sekaligus berdampak pada aktivitas ekonomi, khususnya pedagang kecil.
Ia pun meminta pemerintah mempertimbangkan aspek sosial dan kondisi riil di lapangan sebelum proyek BRT Bandung Raya direalisasikan.(ali)



