Camat Mustika Jaya Bilang SPBE Cimuning Siap Ganti Rugi Rp 7 Miliar untuk 41 KK Terdampak Kebakaran

Redaktur author photo
Camat Mustika Jaya Maka Nachrowi

inijabar.com, Kota Bekasi - Pihak pengelola Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Indogas Andalan Kita, dipastikan bakal menanggung kerugian materiil senilai Rp 7 miliar akibat insiden kebakaran hebat di Kelurahan Cimuning, Kota Bekasi.

Keputusan tersebut menjadi titik terang bagi warga, setelah Pemerintah Kota Bekasi merampungkan proses mediasi dan verifikasi lapangan, terhadap puluhan rumah yang luluh lantak dalam tragedi pada Rabu (1/4/2026) malam tersebut.

Camat Mustikajaya, Maka Nachrowi, menyatakan bahwa seluruh data warga terdampak telah melalui tahap sinkronisasi. Tercatat ada 41 Kepala Keluarga (KK) yang dinyatakan valid dan berhak menerima kompensasi serta perbaikan hunian.

"Kami sudah menyodorkan data warga terdampak dalam rapat bersama pihak SPBE, Pertamina, serta pengurus RT dan RW. Pada hari Minggu pagi, data tersebut sudah di-rechecking bersama di lapangan," ujar Maka saat dikonfirmasi, Senin (13/4/2026).

Maka menambahkan, hasil pengecekan ulang menunjukkan draf usulan dari pihak kecamatan tidak mengalami perubahan. Sebanyak 41 KK yang diajukan sebelumnya, tetap masuk dalam daftar penerima ganti rugi.

Mengenai estimasi kerugian yang mencapai angka Rp 7 miliar, Maka menegaskan bahwa nominal tersebut, merupakan hasil kesepakatan lintas pihak setelah melihat skala kerusakan di lokasi kejadian. Saat ini, warga tinggal menunggu mekanisme internal dari manajemen SPBE untuk proses pencairan dana.

"Sudah diverifikasi bersama antara SPBE dengan keluarga, RT, RW, dan pihak kecamatan. Selanjutnya, mereka (SPBE) akan berdiskusi secara internal terlebih dahulu sebelum mengabari kami terkait teknisnya," jelas Maka.

Kebakaran SPBE di Cimuning tidak hanya menyebabkan kerugian materiil yang besar, tetapi juga meninggalkan duka mendalam bagi warga setempat. Selain menghanguskan belasan bangunan, insiden itu tercatat memakan banyak korban jiwa dan luka-luka.

"Sampai hari ini, total korban mencapai 22 orang, dengan rincian empat orang meninggal dunia," pungkas Maka.

Hingga saat ini, para korban luka masih menjalani perawatan intensif, sementara warga yang kehilangan tempat tinggal terus dikawal proses ganti ruginya agar mendapatkan kepastian dalam waktu dekat. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini