![]() |
| Ketua DPW PPP Jabar Uu Ruzhanul Ulum saat memberikan sambutan di acara Muscab ke X PPP Kabupaten Bekasi |
inijabar.com, Kabupaten Bekasi – Meski partainya tengah mengalami badai polemik internal Namun Ketua DPW PPP Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum masih percaya diri mengajak kader untuk menjaga persatuan
Uu justru tampil dengan pesan tegas soal soliditas organisasi saat menghadiri Musyawarah Cabang (MUSCAB) PPP Kabupaten Bekasi, Selasa (28/4/2026) di Sahid Hotel.
Pidato Uu bukan sekadar seremoni. Di balik analogi “rangkaian kereta” yang ia sampaikan, tersirat kegelisahan atas kondisi internal partai yang belakangan diwarnai friksi kepemimpinan dan dualisme di beberapa daerah.
Bahkan, posisi Uu sendiri sebagai Ketua DPW PPP Jawa Barat tengah menjadi sorotan, menyusul gugatan terkait keabsahan kepemimpinannya.
“Jangan sampai pimpinan hanya jadi simbol tanpa dukungan struktur yang solid hingga ke bawah,” tegas Uu di hadapan kader, seolah menyindir kondisi internal yang mulai retak.
Sejumlah konflik internal PPP di Jawa Barat memang mencuat ke permukaan dalam beberapa waktu terakhir. Perselisihan antar-kader, tarik-menarik kepentingan, hingga munculnya kubu-kubu di tingkat daerah menjadi ancaman serius bagi konsolidasi partai menjelang kontestasi politik mendatang.
Dalam konteks itu, seruan Uu untuk “merapatkan barisan” bukan tanpa alasan. Ia menekankan bahwa kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh elit di atas, tetapi juga soliditas struktur hingga akar rumput.
Uu juga mendorong peningkatan elektabilitas partai, termasuk target penambahan kursi legislatif dan peluang merebut posisi eksekutif di berbagai daerah. Namun, ambisi tersebut dinilai akan sulit tercapai jika konflik internal terus dibiarkan berlarut.
Di tengah gugatan terhadap dirinya, pidato Uu di Bekasi justru dibaca sebagai upaya konsolidasi sekaligus penegasan legitimasi politik. Ia tidak secara eksplisit menyinggung perkara hukum yang dihadapinya, namun nada pidatonya mencerminkan keinginan kuat untuk tetap mengendalikan arah partai.
Kini, publik menanti: apakah seruan soliditas ini mampu meredam kisruh internal PPP di Jawa Barat, atau justru menjadi babak baru dalam konflik yang kian terbuka?.(*)



