![]() |
| Petugas sedang melakukan pengecetan marka pembatas jalan di jembatan Cirahong Ciamis. |
inijabar.com, Ciamis- Upaya Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam meningkatkan keselamatan infrastruktur terus digenjot. Salah satunya dengan pembenahan Jembatan Cirahong yang berada di perbatasan Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya.
Perbaikan yang dilakukan oleh Dinas PUPR Jawa Barat ini mencakup pengecatan ulang pembatas jalur di sisi kiri dan kanan jembatan, pemasangan lampu penerangan jalan, hingga rencana penambahan traffic light guna mengatur arus kendaraan, khususnya sepeda motor yang kerap melintas di jalur tersebut.
Jembatan Cirahong sendiri bukan sekadar penghubung antarwilayah antara Ciamis-Tasikmalaya.
Jembatan bersejarah ini dibangun pada masa kolonial Belanda sekitar tahun 1893 dan dikenal unik karena memiliki dua fungsi sekaligus: bagian atas digunakan untuk jalur kereta api, sementara bagian bawah diperuntukkan bagi kendaraan dan pejalan kaki. Hingga kini, jembatan tersebut masih menjadi jalur aktif bagi kereta milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Selama puluhan tahun, Jembatan Cirahong menjadi akses vital yang menghubungkan mobilitas warga serta distribusi ekonomi di kawasan Priangan Timur.
Namun, kondisi jembatan yang sempit dan minim penerangan kerap dikeluhkan pengguna jalan karena dinilai rawan kecelakaan, terutama pada malam hari.
Melalui program pembenahan ini, Dedi Mulyadi berharap Jembatan Cirahong tidak hanya tetap menjadi ikon bersejarah, tetapi juga lebih aman dan nyaman dilalui masyarakat.
“Selanjutnya kita akan lakukan pengecatan dan pemasangan lampu. Sekarang lagi proses, termasuk rencana pemasangan traffic light agar lebih tertib dan aman,” ujar Dedi.
Dengan berbagai peningkatan tersebut, diharapkan Jembatan Cirahong mampu menjawab kebutuhan keselamatan pengguna jalan tanpa menghilangkan nilai historis yang melekat sejak lebih dari satu abad lalu.(*)



