Impor Plastik Jabar Disetop Diam-Diam? Industri Terancam Tersendat

Redaktur author photo
Kadisperindag Jawa Barat Nining Yuliastini

inijabar.com, Kota Bandung -Ketergantungan tinggi terhadap impor bahan baku plastik mulai menjadi ancaman serius bagi industri di Jawa Barat. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Nining Yuliastiani, mengungkapkan bahwa komoditas ini memiliki porsi yang cukup signifikan dalam struktur perdagangan daerah.

“Memang tidak terlalu dominan, tetapi cukup signifikan karena plastik menjadi bahan baku penting bagi banyak industri,” ujar Nining, Sabtu (11/4/2026).

Ia menyebutkan, setiap tahun impor plastik menyumbang sekitar 8 hingga 9 persen dari total nilai impor Jawa Barat. Angka tersebut menunjukkan tingginya ketergantungan industri terhadap pasokan luar negeri.

Namun kondisi global kini mulai menekan pasokan. Sejumlah negara pemasok utama seperti China, Vietnam, Thailand, dan Malaysia disebut mulai mengutamakan kebutuhan dalam negeri mereka, sehingga menahan ekspor bahan baku plastik.

Situasi diperparah dengan melemahnya nilai tukar rupiah yang berdampak langsung pada meningkatnya biaya impor. Akibatnya, pelaku industri di daerah harus menghadapi tekanan biaya produksi yang kian tinggi.

“Jika tidak ada langkah penanganan tertentu, kondisi ini bisa sangat mengganggu kegiatan produksi,” tegas Nining.

Ia menambahkan, ketergantungan terhadap impor masih terjadi karena biaya produksi dalam negeri dinilai belum kompetitif. Selain itu, industri petrokimia nasional juga belum berkembang optimal untuk memenuhi kebutuhan.

Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Jawa Barat mulai mendorong diversifikasi sumber impor bahan baku plastik. Selain itu, pemerintah juga menginisiasi business matching antara pelaku industri dengan produsen dari negara alternatif.

Upaya ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan dan menekan dampak gejolak global terhadap sektor industri di Jawa Barat.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini