inijabar.com, Kabupaten Bandung- Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bandung memunculkan dinamika baru dalam peta kepemimpinan partai.
Enam nama kandidat Ketua DPC PKB periode 2026–2031 resmi mengemuka dalam forum yang digelar di Grand Sunshine Soreang, Rabu (8/4/2026).
Sekretaris pleno HM Sidqon menyebutkan, keenam nama tersebut merupakan hasil penjaringan internal yang selanjutnya akan dibawa ke Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB untuk ditetapkan.
“Enam nama-nama yang muncul di Muscab ini selanjutnya akan dibawa ke DPP PKB untuk kemudian ditetapkan DPP,” ujar Sidqon kepada wartawan usai kegiatan.
Adapun enam kandidat yang mencuat yakni Dadang Supriatna (petahana Ketua DPC), Tarya Witarsa (Sekretaris DPC), Reni Rahayu Fauzi (Ketua DPRD), Hadiat (Bendahara DPC), Ahmad Sahrudin (pengurus), serta Dudi Mustopa (Anggota DPRD Fraksi PKB).
Namun, terkait waktu penetapan ketua terpilih, Sidqon belum memberikan kepastian. “Bulan-bulan depan lah,” katanya singkat.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid menegaskan bahwa Muscab bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum strategis untuk menentukan arah gerak partai ke depan.
“Musyawarah cabang ini harus betul-betul menjadi forum untuk merumuskan kepemimpinan dan program kerja ke depan. DPC mengusulkan nama, tetapi yang terpenting adalah arah gerak partai,” tegas Jazilul.
Ia menyampaikan dua amanat utama dari Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar yang wajib dijalankan seluruh kader di daerah. Pertama, kader harus aktif turun langsung ke masyarakat melalui berbagai program pelayanan seperti ambulans, posko kesehatan, dan kegiatan sosial lainnya.
“Kita ini partai rakyat. Maka pelayanan kepada masyarakat harus nyata dan dirasakan langsung,” ujarnya.
Kedua, program “naik kelas” yang menitikberatkan pada penguatan kaderisasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Jazilul menekankan pentingnya perencanaan berbasis visi intelektual agar kader PKB tidak hanya kuat secara elektoral, tetapi juga kompeten dalam kepemimpinan lintas sektor.
“Program naik kelas ini penting. Kader harus berkembang, tidak hanya di politik, tapi juga di pendidikan, kesehatan, dan kepemimpinan profesional,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, DPP PKB juga memasang target ambisius bagi perolehan kursi legislatif di Kabupaten Bandung. Dari capaian saat ini sebanyak 12 kursi, PKB didorong untuk meningkat minimal menjadi 16 kursi, bahkan ditargetkan menembus 20 kursi pada Pemilu 2029.
“Kalau naiknya cuma satu kursi itu kurang. Minimal 16. Bahkan kalau bisa, targetkan sampai 20 kursi,” tegas Jazilul.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung Dadang Supriatna menyatakan kesiapan seluruh jajaran partai untuk memenuhi target tersebut. Ia juga menegaskan komitmen untuk tetap patuh terhadap keputusan DPP.
“Insya Allah kami di Kabupaten Bandung siap memenangkan kembali Pemilu 2029. Untuk Ketua DPC, kami serahkan sepenuhnya kepada Ketua Umum. Kami akan patuh dan tegak lurus kepada Gus Muhaimin,” tegasnya.(*)



