Musibah Kecelakaan di Bekasi Timur: Fokus Perbaikan Bukan Cari Kesalahan

Redaktur author photo

Ditulis oleh: Nyimas Sakuntala Dewi-Aktifis Perempuan, Alumni GMNI

KITA semua pasti hafal dan paham betul dengan kata-kata yang sudah sering kita dengar: “Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak”.

Tapi seberapa pun sering kita mendengar atau mengucapkannya, ketika musibah benar-benar datang menghampiri, hati kita tetap terasa perih, dan rasanya kita tak pernah benar-benar siap untuk menghadapinya.

Saya menuliskan semua ini sama sekali bukan untuk mencari nama, bukan pula supaya dilihat banyak orang atau seolah ingin tampil di depan. Semua ini hanya lahir dari rasa peduli yang ada di dalam hati. 

Saya sadar, saya tidak punya keahlian lain selain menulis, dan saya juga mengakui tulisan ini masih jauh dari kata sempurna. Tapi bagi saya, inilah cara yang paling saya mampu untuk menyampaikan segala apa yang terasa, terlintas, dan terpendam di dalam pikiran serta perasaan saya.

Baru saja, kita dikejutkan dengan berita terjadinya kecelakaan kereta api di wilayah Bekasi Timur. Saat mendengarnya, rasanya hati terasa berat dan seketika berhenti sejenak. 

Memang, dampak dan jumlah korban yang terjadi tidak seberat dan sebesar tragedi memilukan yang pernah terjadi di Bintaro beberapa waktu lalu. Namun, itu tidak berarti rasa sedih dan kepedihan yang kita rasakan menjadi berkurang, bukan? 

Peristiwa ini tetap menyisakan luka yang dalam, baik bagi mereka yang mengalaminya secara langsung maupun bagi kita yang hanya mendengar beritanya.

Kita ikut merasakan pedihnya duka itu, karena kita tahu betul siapa saja yang ada di dalam kereta saat kejadian itu berlangsung. Di dalamnya ada ayah, ibu, anak, saudara, dan teman-teman yang sedang dalam perjalanan.

Ada yang sedang pulang ke rumah dengan hati yang riang, sudah membayangkan akan segera bertemu dengan orang-orang tercinta. Ada yang sedang berangkat mengunjungi sanak saudara yang sudah lama tak berjumpa, membawa harapan untuk bersua dan berbagi cerita.

Ada juga para pedagang, pekerja, dan orang-orang biasa yang sedang berjuang mencari nafkah, ada yang baru saja selesai bekerja keras seharian dan hendak pulang membawa hasil jerih payahnya, ada pula yang berangkat dengan semangat dan doa agar hari itu bisa membawa rezeki yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. 

Singkatnya, di dalam kereta itu adalah kita semua, orang-orang biasa yang sedang menjalani hidup, berusaha dengan segala kemampuan untuk memberi yang terbaik bagi orang-orang yang mereka sayangi.

 Sudah berkali-kali kita melihat dan mendengar kejadian serupa terjadi di berbagai tempat. Setiap kali hal itu terjadi, kita selalu berharap bahwa ini adalah yang terakhir. 

Kita berharap, setelah kejadian itu berlalu, semua pihak yang bertanggung jawab akan semakin waspada, semakin berhati-hati, dan memastikan segala sesuatunya diatur dan dijaga dengan sebaik-baiknya demi keselamatan kita semua. 

Namun nyatanya, hal-hal yang sama-sama tidak kita harapkan itu masih saja terjadi, dan hati kita pun terasa bingung, kecewa, dan bertanya-tanya dalam diri: mengapa hal ini masih bisa terjadi?

 Kini, berita ini menjadi sorotan banyak orang. Mulai dari orang-orang di sekitar kita hingga mereka yang jauh, semua mulai berbicara, berpendapat, dan mengemukakan pandangan masing-masing. 

Ada yang membahas hal ini, ada yang menyoroti hal itu, dan tak sedikit yang sibuk mencari tahu siapa yang bersalah, siapa yang lalai, dan siapa yang harus bertanggung jawab atas semua ini.

Namun coba kita renungkan sejenak, kawan-kawan..Apakah mencari kesalahan akan bisa mengembalikan keadaan seperti semula? Apakah dengan saling tuduh dan menyalahkan, luka yang ada akan sembuh dengan sendirinya?

 Inilah saatnya kita sadar, bahwa sekarang bukan lagi waktunya mencari siapa yang salah, bukan pula waktunya saling tuduh atau melempar tanggung jawab satu sama lain. Yang paling penting dan mendesak sekarang adalah bagaimana kita berusaha dengan sungguh-sungguh, agar kejadian seperti ini tidak akan pernah terulang lagi di masa mendatang.

Fokus kita saat ini seharusnya ditujukan kepada mereka yang paling membutuhkan perhatian: para korban dan keluarga yang sedang berduka. Mari kita berikan apa saja yang kita mampu, baik berupa bantuan materi, perhatian, maupun doa, agar beban yang mereka rasakan bisa sedikit teringankan. 

Di samping itu, mari kita dorong dan harapkan kepada semua pihak yang berwenang untuk benar-benar mengevaluasi segala hal yang ada, memperbaiki apa yang masih kurang, membenahi apa yang masih keliru, dan memastikan bahwa keselamatan menjadi hal yang paling utama dan dijaga sekuat tenaga.

Kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab, kami sampaikan harapan dan permohonan kami:

@keretaapikita @kemenhub151 @dishub.jabar @pemkotbekasi @polri @basarnas

Kepada PT Kereta Api Indonesia, Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bekasi, dan seluruh lembaga yang terlibat dalam pengelolaan, pengawasan, dan keamanan transportasi, jadikanlah peristiwa ini sebagai pengingat yang mendalam. Periksalah kembali seluruh sistem, peralatan, jalur perjalanan, hingga prosedur kerja yang ada. Perbaiki segala yang masih kurang, tingkatkan pengawasan di setiap titik, latih kembali seluruh petugas agar selalu waspada dan bertindak dengan penuh tanggung jawab.

 Kami rakyat kecil hanya bisa berharap dan memohon, agar ke depan setiap rangkaian kereta yang berjalan tidak hanya membawa penumpang dan barang, tetapi juga membawa jaminan keselamatan yang sesungguhnya. Jangan sampai orang-orang yang sedang berjuang mencari nafkah, yang sedang merindukan keluarga, yang sedang berharap akan hari esok yang lebih baik, harus kembali menghadapi musibah yang seharusnya bisa dicegah.

 Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, agar kita semakin peduli, semakin waspada, dan saling mengingatkan satu sama lain. Semoga mereka yang mengalami luka segera diberi kesembuhan dan kekuatan untuk pulih kembali. Bagi mereka yang telah berpulang, semoga perjalanan terakhir mereka diterima dengan baik di sisi-Nya, dan semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi ketabahan serta kekuatan hati untuk melewati masa-masa sulit ini.

Share:
Komentar

Berita Terkini