![]() |
| Kadishub Kota Bandung Rasdian Setiadi |
inijabar.com, Kota Bandung – Pemerintah Kota Bandung kembali menggelar rapat koordinasi terkait percepatan pembangunan Bus Rapid Transit (BRT), Jumat (17/4/2026) pukul 09.00 WIB di Balai Kota Bandung. Rapat ini melibatkan Kementerian Perhubungan, perwakilan World Bank, serta Project Management Consultant (PMC) sebagai konsultan pendamping proyek.
Pertemuan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan teknis dan non-teknis menjelang dimulainya pembangunan infrastruktur BRT, yang digadang-gadang menjadi solusi transportasi massal modern di Kota Bandung.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Rasdian Setiadi, menjelaskan bahwa salah satu fokus utama dalam rapat kali ini adalah strategi sosialisasi kepada masyarakat sebelum pekerjaan fisik dimulai. Menurutnya, pendekatan komunikasi publik harus dilakukan secara komprehensif agar masyarakat memahami dampak dan manfaat proyek tersebut.
“Fokus utama rapat kali ini, salah satunya adalah rencana sosialisasi yang akan dilakukan sebelum pembangunan halte dan jalur khusus dimulai. Sosialisasi dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya terbatas pada pembangunan halte off corridor,” ujar Rasdian.
Ia menegaskan, sosialisasi tidak hanya menyasar titik-titik pembangunan halte, tetapi juga mencakup area terdampak lainnya seperti jalur khusus BRT, rekayasa lalu lintas, hingga potensi perubahan pola mobilitas warga.
Langkah ini dinilai krusial untuk meminimalisasi resistensi masyarakat sekaligus menghindari potensi gangguan selama proses konstruksi berlangsung. Pemerintah juga berupaya memastikan bahwa seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha dan pengguna jalan, dapat beradaptasi dengan perubahan yang akan terjadi.
Selain membahas sosialisasi, rapat koordinasi juga menyinggung progres perencanaan teknis, kesiapan lahan, serta sinergi antar lembaga guna menjaga timeline proyek tetap berjalan sesuai target.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk lembaga internasional seperti World Bank, proyek BRT Bandung diharapkan mampu meningkatkan kualitas transportasi publik, mengurangi kemacetan, serta mendorong mobilitas yang lebih efisien dan ramah lingkungan di masa mendatang.
Pemerintah Kota Bandung pun optimistis, melalui koordinasi intensif dan perencanaan matang, proyek ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.(novi)



