![]() |
| Flyover Cipendawa rusak dan membahayakan pengendara |
inijabar.com, Kota Bekasi- Jembatan Flyover Cipendawa yang berada di kawasan persimpangan Bojong Menteng Rawalumbu kembali jadi omongan warga. Bukan karena bikin lalu lintas lancar, tapi karena kondisi jalannya mulai banyak bolong, retak, dan bikin pengendara auto baca doa tambahan tiap melintas.
Flyover yang menghubungkan arah Bantargebang menuju Rawapanjang itu dulu dibangun memakai dana kompensasi dari DKI Jakarta dan diresmikan saat era Gubernur Anies Baswedan bersama Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.
Tapi sekarang warga malah bertanya-tanya, “Ini flyover habis dibangun terus ditinggal? Apa nunggu viral dulu baru ditambal?”
Jalan Bergelombang, Pengendara Jadi Tester Suspensi Gratis
Pantauan warga, beberapa titik di badan jembatan mulai mengalami kerusakan. Ada bagian yang berlubang, sambungan jalan bergeser, hingga permukaan aspal yang bikin motor oleng kalau pengendara kurang fokus.
![]() |
| Kondis sambungan jembatan Flyover Cipendawa sudah harus diperbaiki |
Kalau malam hari atau habis hujan, kondisinya makin bikin waswas. Lubang samar tertutup genangan air. Pengendara roda dua harus ekstra hati-hati agar tidak jadi korban “jebakan beton Bekasi”.
Warga sekitar bahkan mulai bercanda:
“Ini flyover apa sirkuit uji nyali?”
Jadi Pertanyaan: Pemeliharaan Tanggung Jawab Siapa?
Nah, ini yang mulai ramai dipertanyakan masyarakat. Karena proyek tersebut dibangun menggunakan dana kompensasi dari Pemprov DKI Jakarta, banyak warga mengira otomatis perawatannya juga tanggung jawab Jakarta.
Padahal, dalam praktik umum pembangunan infrastruktur antardaerah, setelah proyek selesai dibangun dan diserahterimakan, pengelolaan serta pemeliharaan biasanya menjadi kewenangan pemerintah daerah tempat aset itu berada.
Artinya, karena lokasi flyover berada di wilayah Kota Bekasi, maka pemeliharaan besar kemungkinan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bekasi melalui dinas teknis terkait, kecuali ada perjanjian khusus antara Pemkot Bekasi dan Pemprov DKI Jakarta.
Namun hingga kini, belum banyak penjelasan terbuka ke publik soal status pemeliharaan rutin flyover tersebut.
Warga Tak Peduli Siapa yang Bayar, yang Penting Jangan Sampai Makan Korban
Buat warga Bekasi, urusan administrasi antar pemerintah mungkin bukan prioritas utama. Yang penting jalannya aman dilintasi.
Sebab kalau terus dibiarkan, kerusakan kecil bisa berubah jadi ancaman serius bagi pengendara. Terlebih flyover itu setiap hari dilalui kendaraan padat dari arah Bantargebang, Mustikasari, Rawalumbu hingga jalur menuju Bekasi Timur.
Jangan sampai flyover yang dulu dibanggakan sebagai solusi kemacetan malah berubah jadi sumber kecelakaan.(*)




