![]() |
| Seorang blogger saat beraksi memberi tanda waspada di jalan yang rusak di atas flyover Cipendawa |
inijabar.com, Kota Bekasi- Aksi seorang vlogger lokal dengan akun TikTok dan Instagram @Ajatsdrjt mendadak menyita perhatian publik setelah videonya memperlihatkan kondisi memprihatinkan Flyover Cipendawa di wilayah Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.
Bukan sekadar merekam kerusakan jalan, pria tersebut melakukan aksi spontan dengan memberi tanda marka menggunakan cat semprot di sejumlah titik lubang dan sambungan jembatan yang rusak. Tujuannya sederhana namun penting: memperingatkan pengendara agar tidak celaka.
Dalam video yang beredar, terlihat permukaan flyover mengalami kerusakan cukup parah terutama di bagian sambungan jembatan. Lubang menganga tampak berada tepat di jalur kendaraan yang setiap hari dilintasi sepeda motor, mobil pribadi hingga truk bertonase besar seperti kontainer dan truk sampah.
Kondisi itu dinilai sangat berbahaya, terutama pada malam hari atau saat hujan ketika lubang sulit terlihat oleh pengendara.
“Kalau malam bisa bikin pengendara jatuh. Ini sambungan jembatan rusak parah,” ujar sang vlogger dalam video unggahannya.
Aksi memberi tanda cat semprot itu pun menuai banyak respons dari masyarakat. Banyak warga menilai langkah tersebut sebagai bentuk kepedulian warga karena pemerintah dianggap lamban menangani kerusakan infrastruktur yang sudah lama dikeluhkan pengguna jalan.
Flyover Cipendawa sendiri merupakan infrastruktur penghubung strategis di kawasan Rawalumbu yang setiap hari padat dilalui kendaraan logistik maupun aktivitas warga Bekasi Timur. Kerusakan pada sambungan jembatan dikhawatirkan semakin membesar apabila terus dilewati kendaraan berat tanpa penanganan cepat.
Ironisnya, hingga kini belum terlihat adanya perbaikan serius dari Pemerintah Kota Bekasi. Padahal flyover tersebut dibangun menggunakan bantuan anggaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai bagian dari konektivitas wilayah penyangga ibu kota.
Kondisi ini memunculkan kritik tajam dari masyarakat. Banyak warga mempertanyakan pengawasan dan tanggung jawab pemeliharaan infrastruktur yang seharusnya menjadi prioritas keselamatan publik.
Di media sosial, video tersebut juga memicu gelombang komentar dari warga yang mengaku sering mengalami benturan keras saat melintas di lokasi itu. Tidak sedikit pengendara motor yang mengaku nyaris terjatuh akibat lubang pada sambungan flyover.
Fenomena ini memperlihatkan bagaimana warga kini terpaksa bergerak sendiri ketika respons pemerintah dinilai lambat. Dari sekadar konten media sosial, aksi sederhana memberi tanda jalan justru berubah menjadi sindiran keras terhadap minimnya perhatian pada keselamatan pengguna jalan di Kota Bekasi.(*)



