IPNU-IPPNU Kota Bekasi Dilantik, Fokus Kawal Intelektual Pelajar dan Digitalisasi

Redaktur author photo
Proses pengucapan sumpah PC IPNU Kota Bekasi

inijabar.com, Kota Bekasi - Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Bekasi, resmi memulai masa khidmat 2026–2028.

Terpantau, pelantikan yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) itu mengusung misi besar, dalam penguatan intelektual dan kaderisasi pelajar di tengah arus digitalisasi.

Acara yang mengangkat tema 'Menata Organisasi, Mengawal Aspirasi' tersebut digelar di Aula Masjid Agung Al-Barkah, Kota Bekasi, Minggu (10/5/2026).

Ketua PC IPNU Kota Bekasi, Yusuf Kurniawan, menegaskan bahwa kepengurusannya akan fokus pada tiga pilar utama, yaitu penguatan organisasi, kaderisasi yang masif, dan intelektualisasi pelajar.

"Fokus kami dua tahun ke depan adalah kaderisasi di 12 kecamatan dan 56 ranting. Kami ingin memastikan gagasan pelajar NU di Bekasi selaras dengan perkembangan zaman, terutama terkait isu digitalisasi, IT, dan kajian-kajian ilmiah," ujar Yusuf usai acara.

Saat ini, kekuatan kader IPNU-IPPNU di Kota Bekasi diklaim mencapai hampir 15.000 orang. Yusuf berharap, ribuan kader ini mampu menjadi garda terdepan, dalam merespons isu-isu pendidikan dan kepelajaran di Kota Bekasi melalui kolaborasi dengan berbagai stakeholder.

"Kami siap berkontribusi dan bekerja sama dengan pemerintah daerah, maupun pihak swasta untuk mengawal isu-isu kepelajaran," paparnya.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Bekasi, H. Ayi Nurdin, dalam arahannya menyoroti tema 'Mengawal Aspirasi' yang diusung pengurus baru. Ia mengingatkan, agar IPNU-IPPNU tidak sekadar menjadi organisasi panggung, tetapi harus memiliki substansi pergerakan yang nyata.

Ayi menceritakan sejarah kemandirian para pendiri NU, sebagai inspirasi bagi para pelajar agar mampu berdikari secara organisasi maupun personal.

"Belajarlah dari sejarah bagaimana tokoh-tokoh kita dulu menjalani dunia aktivis secara mandiri. IPNU-IPPNU harus mampu menjawab tantangan zaman dan menjadi solusi di tengah masyarakat pelajar," tutur Ayi.

Ia juga menekankan pentingnya organisasi tersebut, dalam menjaga nilai-nilai keumatan serta menjadi wadah pembentukan karakter bagi anak muda, sebelum mereka memasuki jenjang organisasi yang lebih tinggi.

Dukungan konkret terhadap pendidikan kader IPNU-IPPNU datang dari Anggota Komisi V DPR RI, H. Sudjatmiko. Ia menilai IPNU-IPPNU, adalah motor penggerak utama bagi pelajar Nahdliyin di Kota Bekasi.

Untuk mendukung percepatan kualitas pendidikan, Sudjatmiko menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi akses program pemerintah bagi para kader.

"Saya berikan dukungan berupa beasiswa, mulai dari tingkat SMA melalui Program Indonesia Pintar (PIP) hingga jenjang kuliah melalui KIP Kuliah," ungkap Sudjatmiko.

Ia berharap dengan jaminan akses pendidikan tersebut, pengurus IPNU-IPPNU bisa lebih fokus menjalankan roda organisasi dan mempercepat proses kaderisasi hingga ke tingkat paling bawah.

"Semakin banyak kaderisasi di tingkat kecamatan, semakin bagus buat pergerakan organisasi. Ini adalah tuntutan agar organisasi bisa berlari lebih cepat," pungkasnya.

Sekedar informasi, acara pelantikan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kota Bekasi, pengurus Pimpinan Pusat (PP) dan Pimpinan Wilayah (PW) IPNU-IPPNU Jawa Barat, Anggota Fraksi PKB Kota Bekasi, serta berbagai tokoh organisasi pemuda di Kota Bekasi. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini