![]() |
| Plh Walikota Bekasi Harris Bobihoe |
inijabar.com, Kota Bekasi- Harris Bobihoe resmi menjadi Pelaksana Harian (Plh) Walikota Bekasi menyusul keberangkatan Wali Kota Tri Adhianto bersama istri untuk menunaikan ibadah haji.
Momentum pergantian sementara kepemimpinan itu langsung menjadi sorotan publik setelah Harris memimpin apel perdana di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi pada Senin (18/5/2026)
Dalam arahannya, Harris menekankan pentingnya menjaga stabilitas pelayanan publik dan memastikan roda pemerintahan tetap berjalan normal selama Wali Kota menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Namun, di balik seremoni apel perdana tersebut, Harris Bobihoe langsung dihadapkan pada pekerjaan besar yang menyita perhatian publik, yakni mengawal proses audit keuangan daerah oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat.
Audit BPK Jadi Ujian Awal
Di tengah ambisi Walikota Bekasi Tri Adhianto untuk meraih Opini WTP. Harris Bobihoe harus memahami bahwa audit BPK bukan sekadar agenda administratif rutin. Pemeriksaan ini menjadi tolok ukur transparansi dan tata kelola anggaran Pemerintah Kota Bekasi.
Tingginya perhatian masyarakat terhadap penggunaan APBD, posisi Harris sebagai Plh otomatis ikut diuji dalam memastikan seluruh organisasi perangkat daerah kooperatif dan siap menghadapi pemeriksaan.
Langkah cepat Harris dalam melakukan koordinasi internal dinilai penting untuk menjaga citra Pemkot Bekasi di hadapan auditor. Apalagi hasil audit BPK selalu menjadi perhatian publik karena berkaitan langsung dengan kualitas pengelolaan keuangan daerah.
Publik Bekasi menilai, meski bersifat sementara, jabatan Plh tetap memiliki peran strategis dalam menjaga ritme birokrasi agar tidak mengalami stagnasi.
Fokus Jaga Stabilitas Pemerintahan
Selain audit keuangan, Harris Bobihoe juga dituntut menjaga stabilitas pelayanan masyarakat di berbagai sektor, mulai dari administrasi kependudukan, infrastruktur, hingga pelayanan publik harian yang bersentuhan langsung dengan warga.
Apel perdana yang dipimpinnya menjadi sinyal bahwa tidak boleh ada kekosongan kendali birokrasi selama Wali Kota menjalankan ibadah haji. Seluruh ASN diminta tetap disiplin dan menjaga kinerja.
Kehadiran Harris sebagai Plh juga menjadi perhatian karena publik ingin melihat sejauh mana koordinasi pemerintahan tetap solid di tengah transisi sementara tersebut.
Jadi Sorotan Publik Bekasi
Nama Harris Bobihoe kini menjadi perbincangan warga Kota Bekasi. Banyak pihak menilai masa tugas singkat sebagai Plh justru bisa menjadi panggung pembuktian kapasitas kepemimpinannya.
Apalagi audit BPK sering dianggap sebagai “ujian mental” bagi kepala daerah maupun pejabat pelaksana. Jika proses berjalan lancar dan hasil pemeriksaan positif, maka citra pemerintahan Kota Bekasi ikut terdongkrak.
Sebaliknya, jika muncul persoalan administrasi atau temuan serius, sorotan publik dipastikan mengarah langsung pada kepemimpinan sementara yang sedang berjalan.
Dengan situasi tersebut, Harris Bobihoe kini bukan hanya menjalankan tugas seremonial, tetapi juga memegang tanggung jawab penting menjaga kepercayaan publik terhadap Pemerintah Kota Bekasi.



