![]() |
| Rekaman CCTV di RSUD Kota Bekasi yang memperlihatkan detik detik pencurian motor |
inijabar.com, Kota Bekasi - Sistem keamanan di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi menjadi sorotan tajam, setelah insiden pencurian yang menimpa seorang keluarga pasien.
Diketahui, korban kehilangan satu unit sepeda motor serta tas berisi barang berharga saat tengah menjaga anggota keluarganya di ruang rawat inap, Selasa (12/5/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut memicu keprihatinan, lantaran pelaku diduga leluasa beraksi di dalam ruang perawatan, hingga berhasil membawa kabur kendaraan dari area parkir tanpa verifikasi ketat.
Diduga lemahnya pengawasan terhadap akses keluar-masuk kendaraan menggunakan jaminan KTP orang lain, menjadi poin utama yang dikeluhkan korban.
Korban, Shilla Febriyani, menceritakan bahwa dirinya baru menyadari menjadi korban pencurian sekitar pukul 05.57 WIB, saat terbangun di ruang rawat Bougenville kamar 405.
Ia mengatakan, tas miliknya yang berisi satu unit iPhone 6s, kartu ATM, identitas pribadi, hingga kunci motor dan karcis parkir sudah raib.
Berdasarkan rekaman CCTV rumah sakit, terduga pelaku terlihat masuk ke ruang rawat inap sekitar pukul 03.00 WIB. Tak butuh waktu lama, pelaku kemudian menuju area parkir dan membawa kabur motor Honda Beat milik korban pada pukul 03.13 WIB.
"Pas bangun tidur tas sudah tidak ada. Di dalamnya ada HP, ATM, KTP, sampai kunci motor juga ikut hilang," ujar Shilla saat memberikan keterangan, Selasa (12/5/2026).
Ironisnya, kendaraan korban bisa keluar dari area parkir rumah sakit, meski pelaku tidak memegang karcis asli maupun kunci yang sah.
Shilla menyebut, berdasarkan informasi yang ia terima, pelaku diperbolehkan keluar hanya dengan menitipkan sebuah KTP kepada petugas parkir, sebagai jaminan dengan alasan tidak memiliki uang tunai.
"Yang bikin kami heran, kok bisa kendaraan keluar hanya dengan menitipkan KTP. Bahkan KTP yang ditinggalkan juga diduga bukan milik pelaku," kata Shilla dengan nada kecewa.
Menurutnya, prosedur tersebut menunjukkan adanya celah keamanan yang sangat fatal, di lingkungan rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.
Atas insiden tersebut, korban mendesak adanya pertanggungjawaban nyata dari pihak manajemen RSUD Kota Bekasi, maupun pengelola parkir.
Shilla berharap, sistem keamanan diperketat agar keluarga pasien yang sedang berfokus menjaga orang sakit tidak lagi menjadi sasaran kejahatan.
“Kami berharap ada tanggung jawab dari pihak RSUD dan parkir. Jangan sampai keluarga pasien yang sedang fokus menjaga orang sakit malah jadi korban pencurian,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen RSUD Kota Bekasi, terkait langkah penanganan maupun evaluasi sistem pengamanan pasca-kejadian tersebut. (Pandu)



