![]() |
| Karangan bunga yang diberikan oleh masyarakat untuk para korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. |
inijabar.com, Kota Bekasi - PT Kereta Api Indonesia (Persero), memastikan seluruh korban insiden kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, mendapatkan penanganan medis dan kompensasi penuh. Tercatat dari 101 korban terdampak, mayoritas telah diizinkan pulang ke rumah.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, merinci bahwa 84 korban sudah kembali ke kediaman masing-masing, sementara 17 orang lainnya masih memerlukan perawatan intensif di beberapa rumah sakit.
"Kami terus memantau kondisi pelanggan yang masih dirawat serta memastikan kebutuhan penanganan terpenuhi. Bagi pelanggan yang telah kembali ke rumah, pendampingan tetap kami lanjutkan sesuai kebutuhan," ujar Anne dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/5/2026).
KAI menjamin seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung sepenuhnya. Bagi pelanggan yang melakukan pengobatan secara mandiri, KAI menyediakan mekanisme reimbursement dengan melampirkan dokumen pendukung seperti bukti perjalanan, kuitansi biaya, dan resume medis.
"Proses koordinasi dengan pihak asuransi ditargetkan rampung maksimal 21 hari kerja setelah dokumen diverifikasi lengkap," papar Anne.
Terkait barang bawaan penumpang, tim di lapangan telah mengamankan 115 barang melalui layanan Lost and Found di Stasiun Bekasi Timur. Hingga saat ini, 61 barang telah kembali ke pemiliknya, sedangkan 54 lainnya masih menunggu proses pengambilan.
Guna melayani pendampingan lanjutan dan dukungan psikologis, KAI membuka Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur yang akan beroperasi hingga 11 Mei 2026. Fasilitas ini disiapkan sebagai pusat koordinasi administrasi sekaligus bantuan bagi keluarga korban. (Pandu)



