Libur Panjang Ditambah Kirab Mahkota Binokasih Bikin Jalan di Bandung Akan Lumpuh

Redaktur author photo
Kirab mahkota Binokasih diprediksi akan meningkatkan kepadatan lalu lintas di Kota Bandung pada Sabtu (16/5/2026) malam.

inijabar.com, Kota Bandung- Libur panjang bertepatan dengan hari Kenaikan Isa Al Masih diprediksi akan semakin membuat Kota Bandung mengalami kepadatan lalu lintas pada akhir pekan ini. 

Selain lonjakan wisatawan yang menyerbu pusat kota dan kawasan wisata, arus kendaraan juga akan terdampak oleh rangkaian Kirab Budaya “Napak Tilas Padjajaran” Mahkota Ajeg Ki Sunda yang digelar Sabtu malam, 16 Mei 2026.

Kirab budaya yang menjadi bagian dari Peringatan Milangkala Tatar Sunda 2026 itu akan melintasi sejumlah ruas utama Kota Bandung mulai pukul 19.30 WIB hingga sekitar tiga jam ke depan. 

Rute iring-iringan dimulai dari Kiara Artha Park menuju Jalan Jakarta, Jalan Supratman, Jalan Diponegoro hingga berakhir di kawasan Gedung Sate.

Situasi ini diperkirakan memperburuk kepadatan kendaraan yang sejak awal libur panjang sudah meningkat tajam di berbagai titik Kota Bandung. Kawasan pusat kota seperti Jalan Asia Afrika, Dago, Pasteur, Sukajadi hingga area Gasibu biasanya sudah dipenuhi kendaraan wisatawan setiap momentum long weekend.

Kini, tambahan agenda budaya berskala besar di tengah pusat kota membuat potensi kemacetan semakin sulit dihindari.

Pengguna jalan diperkirakan akan menumpuk di jalur alternatif karena sejumlah ruas utama yang menjadi lintasan kirab kemungkinan mengalami pengalihan arus maupun penutupan sementara. 

Efeknya bukan hanya terjadi di sekitar Gedung Sate, tetapi juga dapat menjalar hingga kawasan Cihampelas, Riau, Cicadas hingga akses menuju Pasteur.

Kirab Mahkota Binokasih sendiri memiliki daya tarik besar karena membawa simbol budaya Sunda yang dianggap sakral dan bersejarah. 

Antusiasme masyarakat diperkirakan tinggi, terlebih kegiatan tersebut merupakan agenda budaya yang diinisiasi langsung Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur .

Di sisi lain, kondisi ini memunculkan sorotan terkait kesiapan rekayasa lalu lintas Kota Bandung saat menghadapi dua tekanan sekaligus, yakni ledakan wisatawan libur panjang dan event budaya berskala massal.

Jika pengaturan arus kendaraan tidak maksimal, kemacetan berpotensi meluas hingga larut malam. Terlebih jalur kirab berada di kawasan strategis yang menjadi penghubung utama pusat pemerintahan, kawasan wisata, pusat kuliner dan akses hotel di Kota Bandung.

Warga Bandung maupun wisatawan diimbau menghindari jalur lintasan kirab pada Sabtu malam dan mempertimbangkan penggunaan transportasi umum untuk mengurangi kepadatan kendaraan di pusat kota.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini