inijabar.com, Kota Bekasi - Tingginya angka pengangguran di kalangan lulusan perguruan tinggi, menjadi keresahan utama mahasiswa saat ini. Sulitnya mencari lapangan pekerjaan, seringkali menjadi kendala untuk mahasiswa yang baru lulus.
Menjawab tantangan tersebut, Aliansi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Komisariat IVa Bekasi-Karawang, memperkuat sinergi dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, guna memastikan lulusan sarjana memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri.
Langkah strategis itu diwujudkan melalui Seminar Link and Match, serta Musyawarah Wilayah (Muswil) yang digelar di Gedung Garuda, BBPVP Bekasi, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan itu mempertemukan kalangan akademisi, balai pelatihan vokasi, dan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI), untuk memangkas jarak antara kurikulum kampus dengan realita lapangan kerja.
Kepala BBPVP Bekasi, Yose Rizal, menegaskan bahwa perguruan tinggi kini tidak boleh hanya sekadar mencetak jumlah lulusan secara masif. Daya saing sebuah kampus, kini diukur dari sejauh mana lulusannya terserap oleh pasar kerja.
"BBPVP Bekasi menjembatani mahasiswa untuk memasuki dunia usaha dengan melengkapi keterampilan (skill), kompetensi, dan kesiapan kerja. Karakter profesional sangat penting, agar mereka mampu bekerja maupun membangun usaha mandiri," ujar Yose.
Dalam kesempatan tersebut, terungkap bahwa Kementerian Ketenagakerjaan tengah menggencarkan Program Pemagangan Nasional.
Pada periode kedua, pemerintah membuka kesempatan bagi 120.000 alumni perguruan tinggi, untuk mengikuti magang nasional, serta 100.000 kuota untuk Program Pelatihan Vokasi Nasional.
Mahasiswa di bawah naungan APTISI Kom IVa Bekasi-Karawang pun didorong, untuk memanfaatkan peluang ini guna meningkatkan hard skill dan soft skill mereka.
Selain seminar, agenda utama kegiatan ini adalah pemilihan nakhoda baru APTISI Komisariat IVa Bekasi-Karawang untuk periode 2026-2030.
Melalui proses pemungutan suara (voting), Drs. Yusrodi dari STMIK Pranata Indonesia, terpilih sebagai ketua dengan perolehan suara terbanyak, yang mengungguli empat kandidat lainnya, yakni Indra Muis, Sri Watini, M. Amin Hamzah, dan Muhammad Mardi Putra.
"Kami akan melakukan road show ke setiap wilayah di Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, hingga Karawang. Ini menjadi sarana sosialisasi hasil Muswil, sekaligus menjaring aspirasi dari setiap PTS untuk memperkuat pengurus periode 2026-2030," ungkap Yusrodi.
Sementara itu, Sekretaris APTISI Jawa Barat, Dr. Supriyadi, menekankan bahwa organisasi tersebut bukan sekadar forum komunikasi. Lebih dari itu, APTISI berfungsi sebagai motor peningkatan mutu pendidikan dan daya saing perguruan tinggi swasta.
"Kerja sama dengan balai pelatihan vokasi seperti yang dilakukan di Bekasi diharapkan menjadi role model, bagi wilayah lain di Jawa Barat. Tujuannya jelas, yaitu mewujudkan perguruan tinggi berbasis industri agar serapan tenaga kerja semakin optimal," pungkas Supriyadi.
Terpantau, acara tersebut dihadiri oleh sekitar 300 mahasiswa secara luring dan 200 mahasiswa secara daring dari berbagai kampus ternama, seperti Universitas Bina Insani, Universitas Pelita Bangsa, hingga Institut STIAMI. Seluruh peserta pun mendapatkan sertifikat kompetensi dari BBPVP Bekasi. (Pandu)



