Reses DPRD Garut Jadi 'Kantor Berjalan', Warga Dapat Layanan Gratis hingga Bantuan Tunai

Redaktur author photo
Anggota DPRD Garut Yudha Puja Turnawan

inijabar.com, Garut- Agenda reses yang biasanya identik dengan serap aspirasi dan pidato formal, berubah menjadi pelayanan publik langsung saat Anggota DPRD Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan menggelar Reses Masa Sidang III Tahun Anggaran 2026 di Kampung Sindanggalih, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (18/5/2026).

Kegiatan tersebut bukan hanya menjadi forum politik daerah, tetapi juga menghadirkan pelayanan administrasi, pengobatan gratis, donor darah, hingga bantuan sosial untuk korban kebakaran. Model reses seperti ini dinilai menjadi wajah baru parlemen daerah yang lebih dekat dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Fokus utama kegiatan diarahkan kepada perempuan kepala keluarga atau janda dari RW 13 Kampung Sindanggalih serta perwakilan dari 22 RW di Kelurahan Sukagalih. Mereka merupakan kelompok masyarakat yang masuk kategori rawan sosial ekonomi dan membutuhkan perhatian lintas sektor dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Dalam reses tersebut, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diterjunkan langsung ke lapangan. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil membuka pelayanan administrasi kependudukan di lokasi acara. Sementara Dinas Kesehatan Kabupaten Garut menghadirkan dokter, perawat, dan tenaga kesehatan untuk memberikan pemeriksaan serta pengobatan gratis kepada warga.

Selain itu, PMI Garut juga menggelar aksi donor darah yang mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Kehadiran berbagai layanan tersebut membuat reses DPRD berubah fungsi menjadi ruang pelayanan terpadu yang langsung menyentuh kebutuhan dasar warga.

“Alhamdulillah Dinas Kesehatan Kabupaten Garut juga menghadirkan dokter dan perawat serta nakes lainnya untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis untuk warga sekitar lokasi reses saya. Begitu juga PMI Garut yang menggelar donor darah di lokasi reses saya,” ujar Yudha.

Tidak hanya pelayanan publik, kegiatan ini juga diwarnai aksi tanggung jawab sosial lingkungan perusahaan daerah. Dua BUMD milik Pemkab Garut yakni Perumda Air Minum Tirta Intan Garut dan BPR Garut menyerahkan santunan tunai kepada tiga keluarga korban kebakaran di Kampung Sindanggalih.

Masing-masing keluarga menerima bantuan sebesar Rp1,5 juta dari Perumda Tirta Intan Garut dan Rp1 juta dari BPR Garut. Bantuan diberikan kepada keluarga Bapak Sarmanan, Bapak Jujun, dan Ibu Sophia yang rumahnya terdampak kebakaran pada 7 Mei 2026 lalu.

Menurut Yudha, keterlibatan BUMD dalam membantu korban musibah menjadi bukti bahwa perusahaan daerah tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memiliki kewajiban sosial terhadap masyarakat.

“Apa yang dilakukan kedua BUMD ini adalah bentuk tanggung jawab sosial lingkungan perusahaan. Saya sebagai wakil rakyat mengapresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian kedua BUMD milik Pemkab Garut untuk warga Garut yang terkena musibah,” katanya.

Menariknya, reses tersebut juga menghadirkan banyak pejabat teknis dari berbagai dinas seperti Dinas Lingkungan Hidup, DPPKBPPPA, Bappeda, Dinas Perikanan dan Peternakan, Dinas Pertanian, Dinas Sosial, Dinas Koperasi dan UMKM hingga Bakesbangpol. Kehadiran mereka membuka ruang dialog langsung antara masyarakat dan pengambil kebijakan.

Situasi ini memperlihatkan bahwa reses tidak lagi sekadar agenda formal anggota dewan, melainkan dapat menjadi instrumen percepatan pelayanan publik dan penanganan persoalan sosial secara langsung di tingkat kampung.

Di akhir kegiatan, Yudha menegaskan bahwa reses bukan agenda partai politik, melainkan bagian resmi dari sistem pemerintahan daerah yang memiliki fungsi menyerap aspirasi rakyat. Karena itu, keterlibatan OPD dan BUMD dalam kegiatan tersebut dianggap sebagai bentuk sinergitas kelembagaan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Garut.

Model reses kolaboratif seperti ini dinilai bisa menjadi contoh baru bagi parlemen daerah lainnya di Jawa Barat. Ketika aspirasi warga dipadukan dengan layanan konkret dan bantuan langsung, maka kehadiran wakil rakyat tidak hanya terdengar saat kampanye, tetapi benar-benar terasa manfaatnya di tengah masyarakat.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini