inijabar.com, Ciamis- Pesawahan di Kelurahan Cigembor, Kabupaten Ciamis, mulai menjadi sorotan setelah dijadikan percontohan pertanian ramah lingkungan berbasis pupuk organik oleh Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama kelompok tani setempat.
Program ini dinilai bukan sekadar proyek percobaan, melainkan langkah nyata menyelamatkan kualitas tanah pertanian yang selama bertahun-tahun bergantung pada pupuk kimia.
Transformasi pola tanam tersebut kini mulai menunjukkan dampak positif. Kondisi tanah disebut lebih gembur, unsur hara lebih terjaga, dan ekosistem sawah perlahan kembali sehat.
Pemerintah daerah pun menjadikan Cigembor sebagai model pengembangan pertanian berkelanjutan di wilayah Ciamis.
Program ini melibatkan kelompok tani aktif dengan pendampingan langsung dari tenaga ahli dan konsultan pertanian. Seluruh proses budidaya dilakukan bertahap mulai dari pengolahan tanah, pembuatan pupuk organik, pemupukan hingga perawatan tanaman dengan pendekatan ramah lingkungan.
Konsultan pertanian, Alik Sutaryat, mengatakan pertanian organik menjadi kebutuhan penting demi menjaga keberlanjutan sektor pertanian di masa depan.
Menurutnya, penggunaan pupuk kimia secara terus menerus berpotensi merusak struktur tanah dan menurunkan produktivitas hasil panen.
“Pertanian ramah lingkungan ini bukan hanya soal hasil panen, tetapi bagaimana menjaga tanah tetap subur dan sehat untuk generasi mendatang. Dengan pupuk organik, unsur hara tanah lebih terjaga dan lingkungan menjadi lebih baik,” ujar Alik. Senin (18/5/2026)
Ia menjelaskan, program tersebut sebenarnya sudah mulai digagas sejak dua tahun lalu bersama para petani dan Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis.
Fokus utamanya yakni mengolah kompos menjadi bioreaktor, membangkitkan kembali keragaman hayati di dalam tanah, serta mempercepat proses intensifikasi pertanian alami.
Menurut Alik, perubahan pola pikir petani menjadi capaian penting dalam program tersebut. Jika sebelumnya petani sepenuhnya bergantung pada pupuk kimia, kini mereka mulai memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.
“Sekarang para petani mulai paham apa yang mereka lakukan. Prosesnya bukan hanya soal pupuk, tetapi sampai pengelolaan ekosistem sawah secara menyeluruh,” katanya.
Antusiasme petani di Cigembor juga dinilai cukup tinggi. Mereka mulai merasakan manfaat penggunaan pupuk organik, terutama kondisi tanah yang lebih gembur dan tidak mudah rusak dibanding sebelumnya.
Program pertanian organik ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya kawasan pertanian sehat di Kabupaten Ciamis sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia dan menjaga ketahanan pangan berkelanjutan.(diki)



