![]() |
| Detik-detik petugas dari RSJ Cisarua Bandung membawa Sugeng dari kediamannya di Pangandaran Jabar. |
inijabar.com, Pangandaran – Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) menunjukkan sikap berbeda saat menghadapi penghinaan yang ditujukan kepadanya di media sosial.
Alih-alih merespons dengan kemarahan, Dedi memilih mencari tahu kondisi sebenarnya dari sosok bernama Sugeng, warga Sidamulih, Kabupaten Pangandaran.
Belakangan, Sugeng menjadi perbincangan publik setelah berulang kali mengeluarkan kata-kata tidak pantas yang ditujukan kepada Dedi Mulyadi.
Dalam video yang dipublish di media sosial, Sugeng memiliki satu ekor anjing yang dia namakan KDM.
"Ayo makan KDM,"ucap Sugeng pada anjing nya tersebut seraya mengelus-elus punggung hewan tersebut di kediamannya.
Namun setelah dilakukan penelusuran, diketahui bahwa pria tersebut diduga mengalami gangguan kejiwaan dan tengah menghadapi persoalan hidup yang berat.
Dalam keterangannya, Dedi mengaku memahami kondisi yang dialami Sugeng dan memilih untuk memberikan bantuan ketimbang membalas dengan emosi.
"Bapak Sugeng yang baik hati, saya paham bapak berasal dari Kebumen, Jawa Tengah, dan baru pindah ke Sidamulih, Pangandaran pada tahun 2025," ujar Dedi.
Menurut Dedi, kehidupan Sugeng mengalami tekanan setelah berpisah dengan istrinya. Situasi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi psikologisnya.
"Perpisahan dengan istri merupakan hal terberat dalam hidup. Tapi seorang laki-laki, bapak harus bisa melewati itu. Saya paham bapak mengekspresikan kemarahan dan kekecewaan bapak kepada Lembur Pakuan, kepada saya secara personal. Tetapi saya tidak akan marah kepada bapak, saya ingin membantu seluruh problem bapak," tutur Dedi.
Sebagai bentuk kepedulian, Sugeng akhirnya mendapatkan penanganan medis dan dibawa untuk menjalani pemeriksaan serta perawatan ke rumah sakit jiwa Cisarua Bandung pada Jumat (29/5/2026)
Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi berbagai pihak, termasuk jajaran Dinas Kesehatan Jawa Barat, tim rumah sakit jiwa, aparat kepolisian, dan pemerintah setempat.
Respons Dedi Mulyadi ini mendapat perhatian luas dari masyarakat. Banyak yang menilai pendekatan humanis yang dilakukan mantan Bupati Purwakarta tersebut menunjukkan kepemimpinan yang mengedepankan empati dan solusi dibandingkan kemarahan.
Kasus ini juga menjadi pengingat penting bahwa persoalan kesehatan mental memerlukan perhatian serius dan penanganan yang tepat. Di tengah sorotan publik, Sugeng kini diharapkan dapat memperoleh perawatan yang dibutuhkan agar kondisi kesehatannya membaik.(*)
Kata Kunci:
Dedi Mulyadi, Sugeng Pangandaran, penghinaan Dedi Mulyadi, warga hina Dedi Mulyadi, Sugeng Sidamulih Pangandaran, gangguan jiwa, RSJ Bandung, berita Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, kesehatan mental



