![]() |
| Pawai obor warga Cibatu meriah |
inijabar.com, Garut – Ribuan warga memadati ruas jalan di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, pada Rabu malam dalam pawai obor yang menjadi puncak sekaligus penutupan rangkaian Gebyar Muharram 1448 H/2026 M.
Suasana khidmat, semarak, dan penuh kebersamaan menyelimuti jalannya acara saat lautan cahaya obor menerangi sepanjang rute pawai.
Kegiatan yang digelar oleh Forkopimcam Cibatu bersama berbagai elemen masyarakat, organisasi keagamaan, lembaga pendidikan, serta kalangan pemuda itu mendapat sambutan luar biasa dari warga.
Peserta dari berbagai usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, turut ambil bagian dalam pawai obor sebagai bentuk syiar Islam sekaligus ungkapan rasa syukur menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Cahaya ribuan obor yang menyala serempak menciptakan pemandangan indah dan mengesankan. Sepanjang perjalanan, para peserta mengumandangkan shalawat, takbir, serta doa-doa, menambah nuansa religius yang kental dalam penutupan Gebyar Muharram tahun ini.
Ketua Pelaksana Gebyar Muharram 1448 H, Ustaz Usup Jamaludin, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya seluruh rangkaian kegiatan Muharram yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian Gebyar Muharram 1448 H dapat berjalan dengan lancar, aman, dan penuh antusiasme masyarakat. Pawai obor ini bukan hanya menjadi simbol cahaya Islam, tetapi juga momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan warga Cibatu,” ujarnya.Rabu (24/6/2026) malam.
Sementara itu, Camat Cibatu Budi Dermawan mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam setiap agenda Gebyar Muharram. Ia berharap semangat hijrah yang menjadi tema besar peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, semangat hijrah harus menjadi dorongan bagi masyarakat untuk terus memperbaiki diri, memperkuat persatuan, serta membangun lingkungan yang religius, harmonis, dan penuh keberkahan.
Dengan berakhirnya pawai obor tersebut, rangkaian Gebyar Muharram 1448 H/2026 M Kecamatan Cibatu resmi ditutup. Meski demikian, semangat kebersamaan, nilai-nilai keislaman, dan pesan hijrah yang digaungkan selama kegiatan diharapkan terus menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik di tengah keberagaman.
Penutupan Gebyar Muharram ini pun menjadi bukti bahwa tradisi keagamaan masih memiliki tempat istimewa di tengah masyarakat. Selain mempererat silaturahmi antarwarga, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda melalui cara yang hangat, meriah, dan penuh makna.(ujang)



