![]() |
| Antrian kendaraan roda dua saat mengisi bahan bakar di POM Bensin |
inijabar.com, Garut – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax yang disebut mencapai Rp16.250 per liter memicu keluhan dari sejumlah warga di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut. Lonjakan harga yang dinilai cukup tinggi tersebut membuat masyarakat harus menyesuaikan kembali anggaran pengeluaran sehari-hari, khususnya untuk kebutuhan transportasi.
Sebagai wilayah dengan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi, perubahan harga BBM menjadi salah satu faktor yang paling cepat dirasakan dampaknya. Banyak pengendara mengaku kini harus mengeluarkan biaya lebih besar dibandingkan sebelumnya untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar kendaraan mereka.
Pengendara Cibatu Garut Mulai Rasakan Dampak Kenaikan Pertamax
Kenaikan harga yang mulai diberlakukan pada Rabu (10/6/2026) itu langsung menjadi perbincangan di sejumlah SPBU di wilayah Cibatu. Para pengguna kendaraan pribadi mengaku harus memutar otak agar pengeluaran bulanan tidak membengkak.
Asraf (26), seorang pengendara sepeda motor yang ditemui di kawasan SPBU Cibatu, mengaku merasakan perubahan signifikan setelah adanya penyesuaian harga BBM.
“Kalau sebelumnya isi Rp40 ribu masih cukup untuk beberapa hari, sekarang terasa lebih cepat habis. Mau tidak mau pengeluaran bulanan untuk transportasi bertambah,” ujar Asraf. Kamis (11/6/2026) pagi.
Menurutnya, biaya perjalanan yang sebelumnya masih bisa ditekan kini menjadi salah satu pos pengeluaran yang semakin membebani kondisi keuangan keluarga.
Pekerja Harian Keluhkan Beban Transportasi yang Meningkat
Keluhan serupa juga disampaikan Neng Imas (36), seorang pekerja yang setiap hari menempuh perjalanan Limbanangan–Cibatu untuk beraktivitas.
Ia mengaku kenaikan harga Pertamax membuat beban hidupnya semakin berat di tengah berbagai kebutuhan rumah tangga yang terus meningkat.
“Jarak tempuh cukup jauh setiap hari, tentu ada pengaruhnya. Pusing pokoknya lah, soalnya harga kenaikannya tinggi banget,” keluh Imas dengan nada kecewa.
Menurutnya, biaya transportasi kini menjadi salah satu pengeluaran yang harus mendapat perhatian khusus agar kebutuhan lainnya tetap dapat terpenuhi.
Daya Beli Masyarakat Jadi Sorotan
Fenomena kenaikan harga BBM kembali memunculkan diskusi di tengah masyarakat mengenai kondisi daya beli warga yang masih menghadapi berbagai tekanan ekonomi.
Sejumlah pengendara berharap pemerintah bersama pihak terkait dapat mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat kecil dalam setiap kebijakan penyesuaian harga energi. Mereka menilai stabilitas harga BBM memiliki pengaruh besar terhadap aktivitas ekonomi sehari-hari.
Bagi masyarakat yang mengandalkan kendaraan pribadi untuk bekerja, berdagang, maupun aktivitas lainnya, kenaikan harga bahan bakar akan langsung berdampak pada besarnya pengeluaran bulanan.
Warga Berharap Harga BBM Lebih Stabil
Sebagai salah satu wilayah dengan aktivitas ekonomi dan mobilitas warga yang cukup tinggi, Cibatu menjadi kawasan yang sensitif terhadap perubahan harga BBM. Karena itu, masyarakat berharap adanya langkah-langkah yang mampu menjaga stabilitas harga energi di masa mendatang.
Harapan tersebut muncul agar beban ekonomi masyarakat tidak semakin berat dan aktivitas sehari-hari tetap dapat berjalan dengan lancar.
Kenaikan harga Pertamax kali ini menjadi pengingat bahwa perubahan harga energi selalu memiliki efek berantai terhadap kehidupan masyarakat, terutama kelompok pekerja dan pengguna kendaraan harian yang sangat bergantung pada ketersediaan BBM dengan harga yang terjangkau.(jang)



